Hindari Kesalahpahaman, Maskapai Diminta Sosialisasi Penerbangan Code Share

UANG | 14 Juni 2019 15:21 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti mengatakan penerbangan code share harus disosialisasikan oleh maskapai kepada calon jasa pengguna angkutan udara.

Penerbangan code share adalah salah satu cara untuk memaksimalkan layanan penerbangan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pengembangan jaringan rute penerbangan internasional dan domestik.

"Penerbangan code share ini harus diinformasikan kepada penumpang dari mulai proses pemesanan tiket hingga pelaksanaan penerbangan, yaitu diumumkan dalam penerbangan," kata Polana, di Jakarta, Jumat (14/6).

Dia menjelaskan code share merupakan perjanjian kerja sama pelayanan penerbangan antara dua maskapai atau lebih dalam melayani satu rute penerbangan. "Untuk penerbangan code share, masing-masing maskapai dapat menjual tiket penerbangan di rute yang sama, namun hanya satu maskapai yang mengoperasikan penerbangan di rute tersebut," ujarnya.

Penerbangan code share memiliki nomor dan kode penerbangan yang berbeda untuk masing-masing maskapai. Penerbangan code share dapat dilaksanakan pada rute internasional dan domestik.

Sebagai pelaksana penerbangan code share domestik haruslah perusahaan penerbangan nasional. Maskapai asing hanya bertindak sebagai pihak pemasar (marketing carrier) sedangkan perusahaan penerbangan nasional sebagai pelaksana operasi (operating carrier).

Pelaksanaan penerbangan code share biasa dilakukan oleh airline dalam satu aliansi atau group. (Misalnya Sky Team, One World, dan Star Alliance). Garuda merupakan anggota dari Sky Team.

Lebih lanjut ditegaskan oleh Dirjan Polana agar seluruh maskapai meningkatkan pelayanannya dengan tetap mengutamakan tiga aspek utama penerbangan yakni keselamatan, keamanan dan pelayanan.

"Keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama. Semuanya harus berkerjasama dalam menciptakan penerbangan yang selamat, aman, dan nyaman," tutupnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Kemenhub: Belum Ada Maskapai Asing Ajukan Izin Masuk Indonesia
Ramai Maskapai Asing Layani Rute Domestik, ini Penjelasan Menhub Budi
Maskapai Asing Dikhawatirkan Turunkan Industri Penerbangan RI
Tiket Pesawat Mahal, Penumpang Bandara I Gusti Ngurah Rai Turun 5 Persen di Lebaran
Maskapai Filipina Jual Tiket Pesawat Mulai Harga Rp3.800 untuk Peringati Kemerdekaan
Apa Untung dan Ruginya Jika Maskapai Asing Buka Rute Domestik di Indonesia?

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.