Hingga 7 November 2019, Dana Asing Tercatat Rp226 Triliun Masuk RI

UANG | 8 November 2019 14:49 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing masuk (inflow) telah mencapai Rp226 triliun. Angka tersebut diperoleh sejak awal tahun hingga 7 November 2019.

Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo, menyebutkan inflow tersebut masuk melalui berbagai instrumen. Diantaranya pasar saham, obligasi serta Surat Berharga Negara (SBN). Di mana, masuk ke SBN sebesar Rp175 triliun dan saham Rp49 triliun.

"Inflow bahkan sampai year to date tanggal 7 November berjumlah Rp226 triliun sebagian besar berasal dari inflow ke SBN. Di minggu laporan inflownya bahkan mencapai Rp8 triliun yang sebagian besar dari SBN," kata dia saat ditemui di Mesjid Kompleks Gedung BI, Jakarta, Jumat (8/11).

Dodi menegaskan hal itu sebagai tanda bahwa ekonomi Indonesia masih terlihat menarik di mata investor. "Itu gambaran overall sehingga terlihat warna positifnya muncul dan satu hal yang bisa saya katakan adalah investor sangat positif melihat Indonesia," ujarnya.

Seperti diketahui, Produk Domestik Bruto (PDB) 5,02 persen, angka tersebut di atas perkiraan pasar sehingga menimbulkan sentimen yang positif. "Kedua, rilis terkait cadev naik USD 2,4 miliar juga positif," tutupnya.

1 dari 1 halaman

Rp195,5 T Dana Asing Masuk per 10 Oktober 2019

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran investasi asing ke instrumen portofolio pasar keuangan dalam negeri mencapai Rp195,5 triliun dari awal tahun hingga 10 Oktober 2019.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menilai, realisasi tersebut cukup baik dan menunjukkan masih tingginya kepercayaan investor asing terhadap kondisi dan fundamental perekonomian Indonesia.

Indonesia masih menikmati kepercayaan investor portofolio asing di tengah tren penurunan suku bunga instrumen keuangan domestik menyusul pemangkasan beruntun suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate menjadi 5,25 persen.

Meski sudah tiga kali suku bunga acuan turun, Bank Sentral meyakini tingkat bunga atau imbal hasil yang ditawarkan instrumen keuangan seperti Surat Berharga Negara (SBN) masih mampu menarik modal masuk.

"Itu menunjukkan kepercayaan diri terhadap ekonomi Indonesia maupun imbal hasil investasi dalam negeri terkait SBN masih cukup kuat dan terbukti dari berlanjut arus modal asung ke SBN," ujar dia seperti dikutip dari Antara.

Dari keseluruhan modal asing Rp195,5 triliun tersebut, sebanyak Rp140,6 triliun diinvestasikan ke SBN dan Rp52,9 triliun ke instrumen saham.

(mdk/bim)

Baca juga:
ISEF 2019 Diharap Bisa Wujudkan Indonesia Sebagai Rujukan Ekonomi Syariah Dunia
BI Ungkap Alasan Vitalnya Swasta dalam Pembangunan Infrastruktur 5 Tahun Mendatang
Naik USD 2,4 Miliar, Cadangan Devisa per Oktober 2019 Capai USD 126,7 Miliar
Sektor Pariwisata Bisa Jadi Tonggak Pemerintah Lawan Resesi Global
Hadapi Resesi, Pemerintah Diminta Perhatikan 2 Hal Ini
3 Pekerjaan Rumah yang Perlu Dibenahi 5 Tahun ke Depan
BI Prediksi Rupiah Akan Terus Menguat di Tengah Gejolak Global, ini Sebabnya