Hingga 12 November 2019, Penerimaan Bea Cukai Baru Capai 79,24 Persen

UANG | 14 November 2019 09:48 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan melaporkan, penerimaan total bea dan cukai hingga 12 November 2019 mencapai Rp165,46 triliun. Jumlah tersebut masih di bawah target APBN 2019 yang sebesar Rp208,82 triliun.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi mengatakan, capaian tersebut terhitung baru sekitar 79,24 persen dari target APBN tahun ini. Namun, Angka ini lebih tinggi secara year on year dibanding periode yang sama pada 2018.

"Capaian ini lebih tinggi dibanding capaian 2018 (di periode yang sama), yaitu sebesar 78,11 persen," jelas dia dalam sesi pelatihan wartawan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, seperti dikutip Kamis (14/11).

Kendati begitu, jika dihitung lebih detail, pertumbuhan tahunan ini masih lebih kecil daripada periode sebelumnya. Jika pada November 2019 penerimaan bea dan cukai meningkat 9,13 persen dari tahun lalu, sementara pada November 2018 pertumbuhannya mencapai 15,68 persen secara tahunan.

Berdasarkan data yang dipaparkan Heru, total penerimaan bea dan cukai per 12 November ini terdiri dari realisasi bea masuk sekitar Rp31,41 triliun atau sebesar 80,76 persen. Angka ini masih lebih rendah secara year on year, minus 5,85 persen.

1 dari 1 halaman

Penerimaan Lain

Penerimaan lain yang memiliki catatan minus yakni realisasi bea keluar yang sekitar Rp2,99 triliun. Jumlah tersebut masih lebih rendah 49,32 persen dibanding penerimaan pada periode yang sama di 2018.

Berbanding terbalik dengan realisasi cukai yang sebanyak Rp131,06 triliun atau sebesar 79,19 persen dari target APBN 2019. Angka ini lebih tinggi 16,65 persen dibanding penerimaan per November 2018.

Heru meneruskan, penerimaan bea dan cukai tahun ini turut dipengaruhi kondisi perekonomian global yang melemah. Menurutnya, itu berdampak terhadap perekonomian dalam negeri yang juga mengalami tekanan dan berpengaruh terhadap pungutan.

"Ini memang didasari kondisi perekonomian global yang masih mengalami penurunan. Kita tahu, bahwa beberapa tarif kita sudah sampai pada angka 0 persen, di samping FTA (Free Trade Agreement) yang semakin hari semakin meningkat," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Patuh Aturan, 9 Perusahaan Kembali Bisa Ekspor Nikel
Harga Rokok Naik Mulai 2020, Ini Hal yang Ditakutkan Pengusaha
Per 1 November, Penerimaan Bea Cukai Capai Rp158,7 Triliun
Bos Bea Cukai: Selat Malaka Titik Masuk Ponsel Ilegal
Per 30 Oktober, Penerimaan Bea Cukai Capai Rp155,2 Triliun
Indonesia Pulangkan 38 Kontainer Limbah dan Sampah Dari Amerika Serikat