Hingga Oktober, Fintech Asetku Salurkan Pinjaman Rp 850 Miliar

UANG | 8 November 2019 19:23 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Perusahaan financial technology (fintech) Peer to Peer Lending (P2P), Asetku tercatat telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 4,2 triliun dalam 2 tahun. Direktur Asetku, Andrisyah Tauladan mengatakan, penyaluran dana kepada lebih dari 2 juta peminjam yang telah terseleksi melalui kerja sama dengan marketplace seperti Akulaku dan Bukalapak.

"Kami melihat perkembangan penyaluran dana tiap bulan dari pemberi pinjaman Asetku kepada peminjam cukup memuaskan. Akhir tahun 2018, dana yang tersalurkan di bulan Desember sekitar Rp 65 milliar, pada April 2019 sekitar Rp 185 milliar, Agustus 2019 sekitar Rp 700 milliar hingga Oktober 2019 mencapai Rp 850 milliar," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (8/11).

Perkembangan penyaluran dana tersebut menunjukkan sudah semakin banyak masyarakat yang mengenal hingga melakukan transaksi pendanaan di fintech P2P lending khususnya Asetku. Di akhir Q4, Asetku menargetkan bisa menyalurkan total akumulasi dana sebesar Rp 5 trilliun dan optimis dapat mencapai lebih jika melihat total pendanaan hingga bulan ini.

"Kerja sama dengan marketplace menjadi pintu kami untuk menyeleksi kualitas peminjam yang membutuhkan dana tunai untuk berbagai kebutuhan. Karena minat pemberi pinjaman kami cukup tinggi, kami sangat terbuka menjalin kerjasama untuk mendapatkan rekomendasi calon peminjam," kata dia.

Tak puas dengan capaian tersebut, Asetku kini gencar melakukan inovasi guna memberikan jasa dan pelayanan terbaik kepada pengguna aplikasi. Aplikasi yang menghubungkan antara pemberi pinjaman (lender) dengan peminjam (borrower) berkualitas dari marketplace kini menyediakan produk pendanaan dengan jangka waktu yang lebih lama.

Andrisyah mengatakan dengan adanya beragam pilihan, pengguna dapat memilih produk pendanaan yang paling sesuai dan cocok dengan kebutuhannya masing-masing. Tiap produk tentunya memiliki dana awal, return rate, dan jangka waktu pendanaan yang berbeda yang dapat pengguna sesuaikan.

"Jangka waktu pendanaan yang kami punya sebelumnya singkat-singkat, namun kami melihat adanya kebutuhan maupun permintaan masyarakat, kini kami menyediakan produk dengan tenor yang lebih lama yaitu 2 bulan dan 3 bulan," kata dia.

1 dari 2 halaman

Pendanaan Jangka Panjang

Pendanaan dengan jangka waktu lebih lama, tentu memberikan keuntungan yang lebih besar kepada pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman yang ingin mengembangkan dana menganggur dengan cara meminjamkan kepada peminjam yang telah terseleksi akan mendapatkan return rate pada pendanaan berjangka waktu 2 bulan sebesar 20 persen p.a dan 21 persen p.a untuk pendanaan berjangka waktu 3 bulan.

"Return rate bisa lebih tinggi menjadi 22 persen jika pengguna punya kupon tambahan interest 1 persen yang bisa di dapatkan pengguna dengan cara mengajak teman pendanaan di Asetku," ungkap dia.

Bukan hanya memberikan pilihan pendanaan dengan jangka waktu yang bervariatif, Asetku juga berinovasi dalam mengembangkan user experience (UX) dan user interface (UI) pada aplikasi Asetku.

Untuk meningkatkan kepuasan dan memaksimalkan pengalaman pengguna Asetku menambahkan fungsi-fungsi baru untuk mempermudah transaksi pengguna.

Kami meyakini aplikasi Asetku merupakan salah satu aplikasi P2P termudah dan user friendly. Mudah di akses dan tidak membingungkan bahkan untuk pemula. Kemudahan bertransaksi dengan versi terbaru diharapkan dapat meningkatkan jumlah transaksi pendanaan," jelas dia.

2 dari 2 halaman

Indonesia Fintech Show 2019

Dalam setahun terakhir Asetku aktif mengenalkan industri fintech P2P melalui sosialisasi di berbagai daerah di Indonesia sebagai upaya mewujudkan misi OJK dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan Indonesia.

Komitmen Asetku dalam mewujudkan misi tersebut, dilakukan dengan turut andil di berbagai event salah satunya Indonesia Fintech Show 2019 yang berlangsung selama tiga hari mulai 6-8 November 2019 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center.

Dalam acara tersebut, Asetku memberikan promo dan merchandise menarik yang sayang untuk dilewatkan. Acara ini menjadi wadah untuk menggali wawasan seputar Fintech P2P Lending khususnya Asetku. Andrisyah Tauladan, Direktur Asetku menjadi salah satu panelis di Panel Discussion: The Potential of Collaboration Peer-to-Peer Lending with Bank & E-Commerce.

'Kami melihat adanya peluang bisnis jumlah peminjam individu terutama untuk cash loan, karenanya bisnis model kami bekerjasama dengan berbagai marketplace sebagai sumber borrowers. Kolaborasi antara bank & e-commerce dengan fintech P2P lending memang diperlukan untuk perkembangan bisnis," tutupnya.

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Riset: Penghasilan Mitra Amartha Naik Tajam dari Rp1,4 Juta jadi Rp10 Juta/Bulan
Aplikasi Alami Gangguan, Ini Penjelasan OVO
OJK: Tak Punya Izin, Hanson Harus Kembalikan Dana Triliunan ke Nasabah
Ingat, Korban Fintech Ilegal Tetap Harus Lunasi Pinjamannya
Satgas Waspada Investasi Kembali Temukan 297 Aplikasi Pinjaman Online Ilegal
UMKM Jadi Sasaran Empuk Pelaku Bisnis Pinjaman Online

TOPIK TERKAIT