Hingga September, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tembus Rp171,36 Triliun

Hingga September, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tembus Rp171,36 Triliun
asuransi. ©2020 Merdeka.com/ asuransi
EKONOMI | 8 Desember 2021 14:04 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan industri asuransi mencapai Rp171,36 triliun hingga kuartal III-2021. Capaian ini meningkat 38,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp123,5 triliun.

Total pendapatan hingga September ini juga sudah lebih baik dibanding level sebelum pandemi Covid-19 merebak. Tercatat pada kuartal III-2019 total pendapatan asuransi jiwa hanya sebesar Rp166,1 triliun.

"Industri asuransi jiwa pada kuartal III-2021 menunjukan tren positif setelah rebound di masa pandemi Covid-19," ujar Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, dalam konferensi pers, Rabu (8/12).

Di samping itu, total pendapatan premi industri asuransi juga mengalami pertumbuhan sebesar 11,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp149,36 triliun hingga akhir September 2021. Ini terjadi seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat, serta pandemi Covid-19 yang semakin menumbuhkan kesadaran akan asuransi jiwa.

Jika dirincikan, ertumbuhan pendapatan premi hingga kuartal III-2021 disumbang oleh kenaikan premi bisnis baru sebesar 17,6 persen, dengan nilai total Rp94,2 triliun dan premi lanjutan sebesar 2,4 persen atau Rp55,15 triliun.

Jika dilihat berdasarkan jenis produknya, produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau biasa disebut unit link masih menjadi penyumbang utama pendapatan premi industri asuransi jiwa, dengan nilai sebesar Rp93,31 triliun, tumbuh 9 persen secara yoy. Sementara itu produk asuransi tradisional mengalami pertumuhan sebesar 15,7 persen secara yoy menjadi Rp56,04 triliun.

"Kondisi pandemi Covid-19 telah membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi jiwa bagi masa depan," pungkas dia. (mdk/azz)

Baca juga:
DPR Bakal Bongkar Persoalan Unit Link di Bisnis Asuransi
Sejak Maret 2020, Asuransi Telah Bayarkan Klaim Covid-19 Senilai Rp 7,36 T
Kuartal III-2021, Produk Asuransi Manulife Naik 19 Persen
Kuartal III 2021, Klaim Asuransi Meninggal Dunia Meningkat Capai Rp 14,58 T
Penetrasi Pasar, Beli Asuransi Kendaraan Jasindo Kini Bisa Lewat Lifepal
OJK Klaim Operasional 3 Perusahaan Asuransi Tertuduh Sudah Berjalan Sesuai Ketentuan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami