Hiswana Migas desak Jonan-Arcandra benahi subsidi elpiji dan mafia

UANG | 16 Oktober 2016 18:00 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) menilai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan hanya memiliki waktu sedikit untuk belajar penyelesaian segudang masalah sektor energi. Masalah subsidi energi dinilai menjadi prioritas yang harus dicarikan solusi.

"Dia harus cepat-cepat mencari wangsit, cepet belajarnya, sistem kebut semalam (SKS). Juga pak Arcandra. Cepatlah cari gurunya biar bisa belajar," kata Ketua Hiswana Migas, Eri Purnomohadi, usai acara diskusi Energi Kita di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (16/10).

Masalah subsidi khususnya pada komoditas elpiji. Dikarenakan bahan baku elpiji sebagian masih bergantung impor maka juga berdampak pada terkurasnya devisa negara.

Menurutnya, sistem subsidi terbuka tidak cocok untuk saat ini karena kerap bocor. "Kebocoran itu besar harus diminimalisir," ungkapnya.

Eri menambahkan Menteri Jonan dan Wamen Arcandra juga didesak untuk segera memberangus para mafia migas. "Pertamina sudah membangun ISC. Sekarang bagian pak Jonan, bagaimana mengawasi. Tidak ada lagi mafia-mafian," tutupnya.

Baca juga:

6 Caci dan puji buat Jonan-Arcandra jadi penguasa Kementerian ESDM

Ini tugas berat menanti Jonan-Arcandra di Kementerian ESDM

Posisi Arcandra Tahar dikhawatirkan timbulkan masalah baru di ESDM

Pengamat: Kenapa Presiden Jokowi terlalu cinta sama Arcandra Tahar?

Pengamat: Pencarian menteri ESDM kalahkan Indonesian Idol

Duet Jonan-Arcandra diyakini bisa memberangus mafia migas

Jadi Menteri ESDM, Jonan diminta belajar sektor energi 5 jam sehari

(mdk/bim)