Holding Pelindo Diharapkan Dongkrak Standarisasi Pelabuhan RI

UANG | 20 November 2019 13:24 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC, Elvyn G Masassya menyebutkan saat ini holding pelabuhan menjadi salah satu solusi tepat untuk meningkatkan kualitas dan standar pelabuhan di Indonesia. Saat ini, Indonesia memiliki 4 perusahaan pengelola pelabuhan yaitu Pelindo I, II, III dan IV.

Holding dinilai sangat tepat untuk masa depan pelabuhan di Tanah Air. Sebab, keempat perusahaan pelat merah tersebut akan menjadi satu standarisasi.

"Indonesia ini ada pelindo 1,2,3 dan 4, beda area pengelolaan tapi ini prinsip basis yang ditawarkan kan sama, jasa," kata dia, dalam acara diskusi di Gedung BUMN, Jakarta, Rabu (20/11).

Dia menjelaskan, pengguna jasa tentunya menginginkan biaya yang sama di masing-masing daerah. Untuk itu, perlu ada standarisasi pelayanan yang sama di seluruh pelabuhan di Indonesia mulai dari Sabang hingga Merauke.

"Dan bagi pengguna jasa dia ingin kualitas yang sama, dia ingin standar yang sama, dia ingin biaya atau charge yang relatif sama. Nah untuk bisa membuat ini dengan konektivitas sabang sampai merauke maka saya memang punya view sebaiknya pelindo itu dijadikan holding agar satu sistem satu standarisasi operasional," ujarnya.

Dia mencontohkan, jika di Pelabuhan Tanjung Priok dalam waktu satu jam dapat mengangkat 30 peti kemas, maka di pelabuhan daerah lain pun harus sama. Begitu pula dengan standar pelayanan yang lainnya, harus seragam.

"Ini namanya standarisasi infrastructure, standarisasi operasional. Dan solusi yang paling cepat untuk itu adalah holding," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Penguatan Keuangan Perusahaan

Selain itu, dengan adanya holding tersebut, keuangan perseroan akan semakin menguat sebab memiliki satu induk yang sama. Dan masing-masing regional dapat fokus ke pelayanan.

"Dengan holding, akan ada kekuatan dari sisi keuangan karena menjadi satu legal entity di atas kemudian di bawahnya adalah operating-operating," ujarnya.

Kendati demikian, dia menegaskan holding bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan. Perlu dilakukan kajian yang menurutnya akan memakan waktu hingga enam bulan lamanya.

"Saat ini saya sedang mendiskusikan secara mendalam dengan pak menteri, dengan pak wamen konsep holding yang paling pas untuk saat ini dengan perkembangan yang ada," ujarnya.

Dia optimis, jika semuanya berjalan dengan lancar maka holding pelabuhan sudah dapat berjalan di pertengahan tahun depan.

"Tetapi apakah akan jadi holding? Saya juga haqul yakin Pelindo itu akan jadi holding dan bahkan mungkin someday in the future akan hanya ada satu pelabuhan di Indonesia, pelindo in corporated yang mengelola Sabang sampai Merauke, tapi tentu ada region-region lainnya," tutupnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Jadi Wadirut Pelindo II, Hambra Samal Siapkan Holding Pelindo
Pelindo I Gandeng Perusahaan Belanda dan China Garap Fase 2 Kuala Tanjung
Gelar Port Visit, Pelindo I Kenalkan Aktivitas Pelabuhan dan Bongkar Muat
Tingkatkan Pengelolaan Pelabuhan, Pelindo II Gandeng Malaysia
Menteri Rini Minta Reklamasi di Pelabuhan Benoa Utamakan Kelestarian Alam
Patuh Gubernur Bali, Pelindo III Hentikan Sementara Reklamasi di Pelabuhan Benoa