Hongaria Bakal Investasi Rp13,6 Triliun di Ibu Kota Baru Indonesia

Hongaria Bakal Investasi Rp13,6 Triliun di Ibu Kota Baru Indonesia
UANG | 21 Januari 2020 15:02 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur terus memancing para investor asing baru. Kali ini, Hongaria dikabarkan siap berinvestasi senilai USD 1 miliar atau sekitar Rp13,6 triliun pada proyek tersebut.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, ketertarikan tersebut telah disampaikan langsung oleh Perdana Menteri (PM) Hongaria, Viktor Orban.

"Baru ada usulan dari Hongaria. Besok kan pak PM-nya ke sini, ke Yogyakarta. Kemarin duta besarnya juga datang ke saya, mereka ingin membentuk Hongary-Indonesia Investment Fund," ungkap Menteri Basuki di Labuan Bajo, NTT, Selasa (21/1).

Secara total, Basuki menyebutkan nilai total dana investasinya mencapai USD 1 miliar yang akan digunakan untuk membangun infrastruktur jalan hingga persampahan.

"Itu untuk infrastruktur, air, jalan, sanitasi, sampah. (Nilainya) USD 1 miliar," jelas Menteri Basuki.

Pemasukan dana itu juga telah mendapat persetujuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. "Saya dah lapor pak Presiden, saya juga udah lapor pak Luhut. Signing-nya kalau pak Presiden (Jokowi) sudah oke," tukas Menteri Basuki.

1 dari 2 halaman

Softbank Mau Investasi USD 100 Miliar di Ibu Kota Baru

investasi usd

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima delegasi SoftBank CoRpdi Istana Merdeka, Komplek Istana Kepresidenan. Dalam pertemuan tersebut, CEO SoftBank, Masayoshi Son tertarik untuk menanamkan modal di Ibu Kota Baru, Kalimantan.

"Jadi saya pikir Ibu Kota Jakarta memiliki sejarah besar, kesuksesan besar. Jadi proyek baru ini yang sedang anda persiapkan. Saya pikir ada peluang menarik yang bisa kita diskusikan ide-ide potensial," kata Masayoshi saat bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (10/1).

Jokowi pun langsung menyambut pernyataan tersebut dengan menjelaskan keadaan Jakarta sekarang. Ibu kota saat ini dan baru.

"Populasi Jakarta sekarang adalah 10 juta dan Jakarta lebih besar memiliki 29 juta, ukuran jakarta adalah 66.000 ha dan jika kita bandingkan dengan modal baru, ukuran modal baru diatur ke 256.000 ha," ungkap Jokowi.

2 dari 2 halaman

Luhut Sebut Investasi Softbank USD 100 Miliar

investasi softbank usd

Sementara, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan Sofbank akan menginvestasikan sebesar USD 100 miliar. Dia pun hampir tidak percaya dengan investasi yang dikeluarkan.

"Hari Jumat, Masoyoshi mau ke sini. Karena dia desar saya terus, dia mau investasi hampir USD 100 miliar. Menurut saya too good to be true," ungkap Luhut.


Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Pemerintah Habiskan Rp800 Miliar Bangun Bendungan di Ibu Kota Baru
Angkat Kesejahteraan Petani, Aspal Ibu Kota Baru Diminta Pakai Karet RI
Pimpinan DPR Dukung Pemerintah Berantas Tambang Ilegal di Dekat Ibu Kota Baru
Presiden Jokowi Beberkan Syarat jadi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru
Kantor Pemerintahan di Ibu Kota Baru Bebas dari Utang Asing
Jokowi Tekankan Pembangunan Ibu Kota Baru Tidak Ada Skema Pinjaman

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami