Hotel Karya Pengusaha Asal Surabaya Ini Jadi Paling Diminati di Australia

UANG | 5 November 2019 09:44 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Crown Group, salah satu pengembang hunian swasta terbesar di Sydney, Australia, memberikan informasi termutakhir perihal raihan jaringan Hotel Apartemen Berlayanan Skye Suites selama dua tahun terakhir.

Semenjak kemunculan Skye Suites Parramatta dua tahun yang lalu yang kemudian disusul dengan pembukaan Skye Suites Sydney tahun lalu, jaringan Skye Suites telah berhasil merebut hati dari puluhan ribu warga Sydney.

"Adalah sebuah keputusan yang tepat ketika kami memutuskan membangun jaringan merek Skye Suites dua tahun yang lalu," ungkap CEO Crown Group Iwan Sunito.

Dibuktikannya, salah satu indikator keberhasilan itu adalah peringkat Skye Suites Sydney melonjak dari 145/198 menjadi 100/199 versi TripAdvisor hanya dalam kurun waktu 1 tahun.

TripAdvisor memberikan nilai rata-rata 4,5 bintang dari setiap ulasan yang diberikan oleh 33,089 pengunjung yang pernah menginap semenjak dibuka pada bulan Oktober 2018.

"Bahkan dua bulan yang lalu, Skye Suites Sydney dianugerahi 2019 Best Technology Hotel oleh HM Awards, sebuah pengulangan prestasi yang sebelumnya diraih oleh kakaknya yaitu Skye Suites Parramatta pada tahun 2018," tegasnya.

Skye Suites Parramatta, kata Iwan juga tidak kalah membanggakan. Selain terpilih menjadi 2018 Tech Hotel, Skye Suites Parramatta juga diberikan pengakuan khusus Highly Commended Serviced Apartment Property selama dua tahun berturut-turut (2018 – 2019) oleh HM Awards.

"Sebuah bentuk pengakuan yang luar biasa terhadap hotel butik bintang lima pertama di kawasan Parramatta yang telah dikunjungi oleh 79,560 tamu sejak dibuka pada bulan Agustus 2017," ucap CEO Crown Group itu.

"Sementara tingkat rata-rata keterisian baik dari Skye Suites Parramatta dan Skye Suites Sydney mencapai 80 persen. Bahkan untuk hari-hari tertentu tingkat keterisian mereka mencapai 100 persen," tambahnya.

Berdasarkan data dari Tourism Research Australia, industri pariwisata Australia meningkat terus menerus dari tahun ke tahun. Pada tahun 2018 tercatat sebanyak 8,5 juta wisatawan luar negeri yang berkunjung ke Australia yang merupakan kontribusi dari wisatawan asal China, Selandia Baru, Jepang, Hong Kong, Singapura, Malaysia dan Indonesia atau terjadi peningkatan sebesar 4,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Bahkan pada tahun 2019 ini diproyeksikan jumlah kunjungan wisatawan luar negeri akan meningkat hingga 10 juta pengunjung.

Negara bagian yang paling banyak dikunjungi adalah New South Wales dengan jumlah kunjungan wisatawan sebesar 4,3 juta pengunjung pada tahun 2018, disusul oleh Negara bagian Victoria dengan 3 juta pengunjung.

Sebagian besar wisatawan yang berkunjungi ke New South Wales mengunjungi kota Sydney. Pada tahun 2018, sebanyak 4,1 juta wisatawan internasional mengunjungi Sydney, dan total pengeluaran mereka selama di New South Wales adalah sebesar Rp 112 triliun yang merupakan 37 persen dari total pemasukan dolar yang diterima oleh Australia pada tahun itu.

Angka-angka di atas tidak termasuk kontribusi dari 11,1 juta wisatawan domestik yang juga mengunjungi kota tersibuk di Australia tersebut.

Baca juga:
Anak Jadi Bupati di NTT, Orang Tua Tetap Bertani dan Jualan Ternak di Pasar
Inspiratif, PNS Ini Temukan Glaucoma Implant Harga 10 Kali Lipat Lebih Murah
Kisah Brigadir Angga, Pengantar Buku untuk Para Siswa di Pelosok Kepri
Olah Ampas Teh Jadi Pupuk Cair, Mahasiswa UNS Raih Penghargaan di Sri Lanka
Lulus S2 ITB, Anak Tukang Becak Ini ingin Bangun Yayasan Pendidikan Gratis

(mdk/idr)