Ibu Kota Baru di Kalimantan Rawan Kebakaran Hutan, Apa Langkah Pemerintah?

UANG | 19 September 2019 17:44 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas, Rudy Supriadi Prawiradinata menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap masalah kebakaran hutan di wilayah Kalimantan. Sebab Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur akan menjadi lokasi ibu kota baru.

Dia mengatakan, meskipun secara umum Kalimantan lebih aman dari ancaman bencana alam seperti gempa, tapi harus diakui bahwa di pulau tersebut rawan terjadi kebakaran hutan.

"Memang bencana alam yang sering terjadi di Kalimantan adalah kebakaran hutan," kata dia di Jakarta, Kamis (19/9).

Meskipun belum memberikan penjelasan terperinci terkait langkah-langkah penanganan, Rudi memastikan pemerintah akan bekerja ekstra keras dalam upaya menekan kebakaran hutan di Kalimantan. Apalagi Kalimantan akan menjadi lokasi ibu kota negara.

"Masalah kebakaran hutan, tentunya kita akan tangani. Tentu dengan tidak biasa-biasa jadi sebagai ibu kota negara. Sekarang memang belum ya," ujar dia.

Sejauh ini, upaya mengatasi kebakaran hutan di Kalimantan pun terus dilakukan pemerintah. "Data dari KLHK dalam lima tahun hot spot turun sangat signifikan. Artinya kalau kita mau (mengatasi kebakaran hutan) bisa kok," jelasnya.

Dia menambahkan, pembangunan ibu kota baru akan diikuti dengan upaya perbaikan lingkungan dan kawasan hutan di Kalimantan. "Kita sudah diskusi dengan KLHK dan ATR/BPN. Mereka lagi survei, dan mereka sudah berikan mana nanti hutan yang harus diperbaiki, mana yang harus dijaga," tandasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Kabut Asap Parah, Warga Riau Banyak yang Ngungsi ke Sumut
Wiranto Disarankan Datang Saat Proses Pemadaman Karhutla Bukan Ketika Asap Habis
Panglima TNI Sebut Penanganan Karhutla Efektif, Asap Mulai Kurang
Polda Kalbar Tangani 19 Kasus Kebakaran Lahan Libatkan Korporasi dan 53 Perorangan
Kebakaran Hanguskan Puncak Gunung Ile Mandiri Flores Timur

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.