Ibu Kota Baru Diharapkan Hilangkan Orientasi Jawa Sentris

Ibu Kota Baru Diharapkan Hilangkan Orientasi Jawa Sentris
pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori
EKONOMI | 26 Januari 2022 17:15 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Amalia Adininggar mengatakan IKN Nusantara bakal jadi pemantik pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia. Apalagi perpindahan ini masuk ke dalam strategi besar transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, yang jadi tumpuan dalam menuju pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan tersebut caranya lewat investasi ekspor di tahun 2022. Sehingga, dia menargetkan ibu kota baru menjadi tempat investasi baru tak hanya bagi pemerintah, namun juga investasi menengah dan jangka panjang.

"Ini merupakan gamechanger untuk tumbuh lebih cepat dan ini upaya kita cari sumber pertumbuhan ekonomi baru dengan cara menyeimbangkan ekonomi antar wilayah yang lebih merata," katanya dalam Indonesia Economic Outlook 2022, Rabu (26/1).

Samarinda dan Balikpapan misalnya yang digasang jadi pendukung pertumbuhan ekonomi IKN Nusantara. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional mencatat pemindahan IKN bukan sekadar perpindahan administrasi pemerintahan.

"Ini dilengkali dengan pengembangan sektor ekonomi di wilayah sekitar IKN Nusantara, jadi satu yang bisa mendorong bergeraknya ekonomi pembangunan infrastruktur logistik dan infrastruktur pendukung lainnya dan infrastruktur dasar tapi pembangunan infrastruktur tadi," jelasnya.

"Nanti kalau kita lihat (IKN Nusantara) jadi saraf pusat pemerintahan, ada industri bersih teknologi tinggi ini akan didukung Samarinda yang jadi jantung pusat sektor energi berkelanjutan dimana jadi basis manufaktur Energi Baru Terbarukan (EBT)," katanya.

Sementara, Balikpapan akan menjadi simpul hilirisasi industri minyak dan gas bumi. Artinya ini akan jadi ujung pemrosesan produk petrokimia dan hilirisasi lainnya. Serta Balikpapan juga disebut bakal jadi pelabuhan dari berbagai daerah menuju IKn Nusantara.

"Artinya ibu kota ini harus memberikan peluang investasi baru, baik menengah atau jangka panjang. Sehingga bisa menciptakan peluang kerja dan sumber pertumbuhan ekonomi baru dengan konsep pengembangan industri berteknologi tinggi dan prinsip berkelanjutan," tuturnya.

Selain itu, ibu kota baru juga diharapkan jadi salah satu akselerator menuju negara maju di 2045. Ini juga diharapkan mengubah orientasi pembangunan dari Jawa Sentris menjadi Indonesia Sentris, dan mempercepat pemulihan dan tranformasi ekonomi nasional pasca covid-19.

"Motivasi kedua jadi identitas nasional dimana ini jadi benchmark untuk suatu IKN yang cerdas hijau indah berkelanjutan, modern dan berstandar internasional," imbuhnya.

Dia optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 ini berkisar 5,2-5,5 persen, lebih besar dari angka pertumbuhan ekonomi pada 2021 lalu yang dipatok sekitar 3,8-4 persen. "Artinya 2022 kita harus lebuh cepat untuk basis recover together sesuai tema G20 di Indonesia," katanya.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Bappenas: Ibu Kota Baru Kunci Pertumbuhan Ekonomi Lebih Cepat
Catatan Lengkap IMF pada Ekonomi Indonesia 2022
BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2022 Bisa 5,5 Persen, ini Faktor Pendorongnya
Sektor Otomotif dan Properti Punya Efek Domino ke Ekonomi
Airlangga Optimis Ekonomi RI 2022 Capai 5,2 Persen, Ini Kuncinya
Luhut: Kita Tidak Bisa Menghindari Ketidakpastian Global

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami