Ibu Kota Baru Tak Punya Mal?

UANG | 1 Oktober 2019 14:07 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono bakal membuka sayembara desain ibu kota baru pada 2-11 Oktober mendatang. Pemerintah sendiri telah merangkum indikator penilaian untuk memilih pemenang sayembara dalam sebuah Terms of Reference (TOR).

Dalam TOR tersebut, Menteri Basuki berujar, pihak desainer harus mempertimbangkan kebutuhan generasi milenial sebagai calon penghuni ibu kota baru. Dia mengumpamakan bila di sana tak perlu dibangun mal lantaran kaum muda lebih bergantung pada kemajuan teknologi.

"Sekarang mal sudah pada tutup misalnya, karena dengan adanya teknologi itu sudah enggak perlu. Nah ini kotanya harus didesain seperti itu," ujar dia di Jakarta, Selasa (1/10).

Pernyataan itu sontak memancing pertanyaan, apakah benar di ibu kota baru nantinya tak ada mal?

Menurut Menteri Basuki, jawaban tersebut harus dituntaskan oleh desainer terpilih. "Belum tentu, pertanyaan-pertanyaan itu kan yang harus dijawab oleh desainer," ungkap dia.

Menteri Basuki dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan terbang ke Kalimantan Timur untuk membuka program sayembara ibu kota baru pada esok hari.

"Nah besok saya dengan Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi), kita akan launching untuk sayembara. Nanti sore juri semua sudah kumpul, sudah laporan semua ke saya untuk bisa di-launching besok," tukas dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Pemerintah Ingin Ibu Kota Baru Jadi Pilihan Tempat Tinggal Individu Unggulan Dunia
Rekomendasi Pansus, DPR Minta Pemerintah Perdalam Kajian Rencana Pemindahan Ibu Kota
Laporan Pansus Pemindahan Ibu Kota Tak Dibacakan, Anggota Dewan Protes
Pembalakan Liar dan Karhutla Ancam Rehabilitasi Orangutan di Ibu Kota Baru
Ibu Kota Baru di Tengah Ancaman Resesi Ekonomi dan Kepungan Asap
Dukung Infrastruktur Ibu Kota Baru, PUPR Kebut Pembangunan Tol Balikpapan - Samarinda

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.