IFC Dorong Partisipasi Swasta untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

UANG | 27 Juni 2019 13:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - International Finance Corporation (IFC) mendorong pemerintah Indonesia untuk terus melibatkan sektor swasta untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Sebagai langkah awal, IFC mengeluarkan investasi untuk sektor swasta di Indonesia hingga USD 1 miliar tiap tahunnya.

Pemberian itu meningkat lebih dari tiga kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang sebesar USD 300 juta.

"Kita on average selama 10 tahun terakhir itu sekitar USD 300 juta. Jadi ini adalah 3 kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya," ujar Senior Country Officer IFC Indonesia, Jack Sidik di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (27/6).

Agar misi tersebut bisa berjalan baik, dia juga memperingatkan Pemerintah RI untuk terus melakukan reformasi. Seperti dalam bidang infrastruktur, dimana harus ada pembukaan lebih banyak kepada private sector untuk berpartisipasi.

"Jadi lebih banyak reform yang dilakukan pemerintah, lebih banyak kesempatan untuk kita membantu perkembangan di Indonesia," sebut dia.

Jack Sidik menyatakan, investasi pada sektor infrastruktur difokuskan lantaran terhitung paling sulit, di mana proses konstruksinya tergolong besar dan membutuhkan banyak sekali effort dari semua pihak untuk menyelesaikan satu proyek.

"Jadi kita melihat bahwa antara financial sector dan infrastructure kira-kira 80 persen daripada program kita. 40:40 persen. Sisanya di manufacturing and services," ungkap dia.

Bila pembangunan di sektor infrastruktur telah dibenahi, dia melihat Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki prospek ekonomi terbaik di kawasan ASEAN. Dia pun percaya, pertumbuhan ekonomi negara bisa jauh lebih cepat dibanding prediksi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2019 yang diperkirakan mencapai 5,1 persen.

"Menurut kita Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki prospek terbaik di region ini. Dan kapasitas (pertumbuhan ekonomi) Indonesia sekarang growth dengan 5,1 persen. We believe we can go much faster," tuturnya.

Dengan catatan, keterlibatan sektor swasta hingga masuknya penanaman modal asing bisa lebih digencarkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 5,1 persen.

"Jadi dengan partisipasinya, sektor swasta tentunya. Tanpa partisipasi sektor swasta, tanpa reformasi, tanpa more foreign direct investment, agak sulit bagi kita untuk melewati 5,1 persen dari perkembangan sekarang," tegas dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
IFC Investasi USD 1 Miliar per Tahun Dukung Sektor Swasta RI
Bos Bappenas: Pemindahan Ibu Kota Baru Tingkatkan PDB Hingga 0,1 persen
5 Masukan Bank Dunia ke Jokowi Kelola Ekonomi Hingga 2024
Darmin Soal Target Investasi 7 Persen di 2020: Ekonomi Kita Besar, Tak Perlu Risau
Rapat 4 Menko, Darmin Paparkan Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Membaik Sejak 2015
Bos ADB Puji Pengelolaan Ekonomi Presiden Jokowi

(mdk/idr)