IHSG Diramal Terkonsolidasi Usai BI Tahan Suku Bunga Acuan

UANG | 22 November 2019 07:28 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal terkonsolidasi usai Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,00 persen.

Analis KGI Sekuritas, Yuganur Wijanarko menjelaskan, indeks kini memasuki tren sideways dengan rentang support 6.080 dan resistance 6.150.

"Pelaku pasar harap memperhatikan level 6.080 sebagai cutloss point karena penembusan akan trigger kelanjutan koreksi ke 5.989-5.920," ujarnya Jumat (22/11).

Untuk sentimen global, dukungan kongres Amerika Serikat (AS) pada demonstran di Hong Kong membuat investor berspekulasi akan mempersulit prospek untuk kesepakatan perdagangan AS-China yang akan berlangsung pada bulan ini.

Presiden Donald Trump diperkirakan akan menandatangani undang-undang yang mendukung demonstran di Hongkong.

1 dari 1 halaman

Rekomendasi Saham

Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat memperkirakan IHSG juga akan terkonsolidasi pada support resistance 6100-6180.

"Negatifnya prospek kesepakatan perdagangan AS-China akibat dukungan kongkres AS pada demonstran Hongkong menjadi katalis utama," jelasnya.

Adapun untuk hari ini Lanjar menganjurkan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), serta saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON).

Kemudian saham PT Medco Energi International Tbk (MEDC), PT Indika Energy Tbk (INDY), serta saham PT Astra International Tbk (ASII). (mdk/idr)

Baca juga:
Tunggu Suku Bunga BI, IHSG Diprediksi Bergerak Menguat
Ditekan Sentimen Global, IHSG akan Menguat Terbatas
Awal Pekan, IHSG Ditutup di Zona Merah
Awal Pekan, IHSG Diproyeksi Bergerak ke Zona Hijau
IHSG Jelang Akhir Pekan Diprediksi Bergerak Menguat
IHSG Diramal Menguat Meski Kondisi Global Tak Kondusif

TOPIK TERKAIT