Imbas Ancaman Kenaikan Tarif Produk oleh AS, China Siapkan Pembalasan

UANG | 9 Mei 2019 11:31 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan tetap mempertahankan tarif impor China. Padahal, kedua negara tersebut tengah mempersiapkan pembicaraan baru untuk mencoba menyelamatkan kesepakatan perdagangan yang goyah di tengah peningkatan tajam bea masuk AS.

Kantor Perwakilan Dagang AS mengumumkan bahwa tarif barang-barang China senilai USD 200 miliar akan meningkat menjadi 25 persen dari 10 persen pada Jumat (10/5) pukul 00.01 waktu setempat (04.01) GMT, tepat di tengah dua hari pertemuan antara Wakil Perdana Menteri China Liu He dan pejabat perdagangan utama Trump di Washington.

Menanggapi hal itu, pemerintah China mengumumkan akan membalasnya jika tarif naik. Meski demikian, pemerintah China tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai pembalasan yang dimaksud.

"Pihak China sangat menyesalkan jika langkah-langkah tarif AS diterapkan, China akan mengambil tindakan balasan yang diperlukan," kata Kementerian Perdagangan China di situs web-nya, dikutip Antara.

Diketahui, 2 negara ekonomi terbesar di dunia itu terlibat dalam perang tarif yang ketat sejak Juli 2018 atas tuntutan AS untuk mengadopsi perubahan kebijakan agar lebih melindungi kekayaan intelektual Amerika dan membuat pasar China lebih mudah diakses oleh perusahaan-perusahaan AS.

Perang dagang tersebut sempat membawa harapan ketika AS dan China sepakat untuk melakukan perundingan. Namun, keretakan mendalam atas bahasa perjanjian yang diusulkan menjadi hambatan akhir pekan lalu.

Dikutip Reuters, pada Rabu (8/5), China telah mundur pada hampir semua aspek dari rancangan perjanjian perdagangan, mengancam akan menggagalkan negosiasi dan mendorong Trump untuk menaikkan tarif.

Baca juga:
IHSG Menguat Usai AS Ancam Naikkan Tarif Produk China
Kritik Trump, Warren Buffet Tegaskan Perang Dagang Buruk Bagi Ekonomi Dunia
Usai Nyoblos Pemilu 2019, Sri Mulyani Langsung Bahas Pertumbuhan Ekonomi
Apindo Apresiasi 4,5 Tahun Pertumbuhan Ekonomi Terjaga dari Guncangan Dunia
Ritel Melambat, Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I Diprediksi Hanya 5,1 Persen
Imbas Perang Dagang, Ekonomi Asia Diprediksi Melambat di 2019

(mdk/azz)