Imbas Banjir, Jumlah Penumpang MRT Jakarta Turun

Imbas Banjir, Jumlah Penumpang MRT Jakarta Turun
UANG | 26 Februari 2020 20:40 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Banjir yang kembali menggenang DKI Jakarta dan sekitarnya pada Senin lalu, membuat banyak aktivitas terhambat, salah satunya moda transportasi publik. Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi mengatakan, dampak yang terjadi pasca banjir di MRT ialah berkurangnya jumlah penumpang.

"Kalau banjir yang kemarin, ada (dampak kerugiannya), karena banyak kantor-kantor tutup, sehingga penumpang MRT turun. Sempat mendekati 100.000 penumpang, khusus hari Senin kemarin itu, (penumpang yang menggunakan MRT), di bawah 90.000 penumpang," ujar Effendi di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta, (26/2).

"Tapi kalau hari-hari lain, misalnya banjir-banjir yang sedikit, hujan rintik-rintik, kadang malah lebih tinggi (jumlah penumpangnya), karena orang-orang lebih cenderung (memilih untuk) naik MRT, daripada kendaraan pribadi, atau kendaraan umum lainnya," tambah Effendi.

Menurutnya, alasan adanya penurunan jumlah penumpang pasca banjir yang terjadi Senin lalu, karena banyak orang yang tidak bisa keluar dari rumahnya. "Kalau kemarin sudah parah banget, saya pelajari mungkin mereka tidak bisa keluar dari rumahnya."

1 dari 1 halaman

Meski cuaca saat ini tidak mudah ditebak, dan curah hujan lebih lebat, stasiun MRT masih aman. Ada strategi yang pihak MRT lakukan guna menangani banjir di stasiun, di antaranya meminta gedung-gedung membuat water trap.

"(Gedung-gedung wajib membuat water trap), karena itu peraturan, sudah keharusan. Kalau tidak, kebayang itu kalau hujan turun, air itu mengalir langsung ke gerbangnya. Kalau tidak buat water trap, bisa langsung masuk ke MRT," jelasnya.

Kemudian, untuk mengantisipasi adanya genangan, MRT juga memiliki strategi biar tidak ada genangan, yaitu dengan selalu mempersiapkan pompa. "Tapi lebih hulu lagi, tadi kita buat perbaiki drainasenya, kita ajak pihak dinas tata air, bareng-bareng di luar area MRT, juga dipastikan aliran air lancar," papar Effendi.

Pihak MRT juga membuat sumur resapan di area stasiun-stasiun tertentu yang agak rendah. Selain itu, desain stasiun MRT juga sudah baik untuk menjaga air tidak masuk.

"Kemudian, saat hujan, petugas kami langsung keluar, membersihkan mulut selokan, yang terkadang tersumbat dengan daun. Nah itu yang begitu hujan, kami bersihkan, jadi areanya lancar," tuntas Effendi.

Reporter Magang : Nurul Fajriyah (mdk/azz)

Baca juga:
Anies Sebut Kepala BPBD Mundur Tak Pengaruhi Penanganan Banjir Jakarta
Banjir Jakarta Lumpuhkan Sektor Perdagangan Hingga Perhotelan
Ridwan Kamil Bakal Batalkan Agenda ke Turki untuk Meninjau Banjir
Pekalongan Dikepung Banjir, Ganjar Minta Semua Instansi Terkait Turun Membantu
Korban Banjir di Kota Bekasi: Tiga Orang Meninggal, Satu Hilang
Tanggul Sungai Citarum Jebol, Ratusan Rumah di Muara Gembong Bekasi Kebanjiran

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami