Imbas Bom Bunuh Diri, Kemenhub Minta Aplikator Perketat Seleksi Pengemudi Ojek Online

UANG | 13 November 2019 21:16 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan akan memastikan status pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, merupakan pengemudi ojek daring atau ojek online atau bukan.

"Saya konfirmasi dulu, apakah benar yang bersangkutan pengemudi atau bagaimana," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi usai rapat kerja dengan Komisi V DPR, dikutip dari Antara di di Jakarta, Rabu.

Budi mengatakan, saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa atribut ojek online bisa didapatkan secara bebas, baik itu helm maupun jaket.

"Sekarang gini, jaket itu bisa di mana-mana. Dijual bebas juga. Bisa jadi bentuk penyamaran, seolah profesi itu jadi bebas ke mana-mana," katanya.

1 dari 2 halaman

Koordinasi dengan Aplikator

Dia juga akan berkoordinasi dengan aplikator terkait usulan pembatasan penjualan dan pendistribusian atribut ojek daring.

"Berikutnya komunikasi dengan aplikator, apakah mungkin penjualannya atau pendistribusiannya dibatasi pada profesi," katanya.

Dengan kejadian seperti itu, Budi mengatakan akan memperketat pengawasan terhadap ojek online karena selama ini hanya terfokus pada keselamatan dan keamanan berkendara.

"Di ojek online kan selama ini hanya peraturan untuk keselamatan dan keamanan. Ternyata ada seperti ini, nanti kita optimalkan pengawasan kita. Mungkin dalam bentuk aplikasi atau apa," katanya.

2 dari 2 halaman

Perketat Seleksi Calon Pengemudi

Sementara Menteri Perhubungan Budi mengimbau aplikator untuk memperketat seleksi calon pengemudi ojek daring guna menjamin keselamatan terkait adanya aksi bom bunuh diri yang beratribut ojek daring.

"Tentu ini menjadi suatu evaluasi bagi kita bagi operator, kalau itu memang pengendara online, untuk melakukan seleksi secara baik, baik melalui tatap muka walaupun melalui suatu penelitian secara acak apa yg dikomunikasikan oleh yang bersangkutan," kata Menhub.

Sebelumnya, terjadi ledakan bom bunuh diri di Polres Medan, Sumatera Utara, pada Rabu pagi tadi pukul 08.45 WIB.

Berdasarkan informasi kepolisian ledakan dilakukan oleh orang yang menggunakan atribut ojek daring. Kepolisian menduga pelaku tewas dalam kejadian tersebut. (mdk/idr)

Baca juga:
Pasca Ledakan Bom di Polrestabes Medan, Kemenhub Tingkatkan Pengawasan Bandara
Menhub Budi Bakal Batasi Jumlah Pengemudi Ojek Online
Kemenhub Bakal Tambah Jumlah Kapal dan Perbaiki Bandara di Maluku
Pembangunan Kereta Cepat Capai 36 Persen, Pembebasan Lahan 99,06 Persen per Hari ini
Sriwijaya Air Terbang Tanpa Garuda Indonesia, Ini Permintaan Menhub Budi