Imbas Perang Dagang AS-China, IHSG Ditutup Melemah

UANG | 13 Mei 2019 17:17 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (13/5) ditutup melemah 73,72 poin atau 1,19 persen ke posisi 6.135,4. Hal ini dipicu sentimen perang dagang Amerika Serikat dan China.

Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 12,12 poin atau 1,25 persen menjadi 960,87.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, kenaikan tarif oleh AS terhadap barang-barang China senilai USD 200 miliar dari 10 persen menjadi 25 persen mulai Jumat (10/5) lalu menjadi sentimen negatif bagi IHSG.

"Perang dagang sebenarnya sudah jalan. Karena itu arus dana asing berpindah kembali ke AS," ujar William dikutip Antara.

Analis Indopremier Sekuritas Mino mengatakan, perundingan antara AS dan China pada akhir pekan lalu memang memengaruhi pergerakan IHSG dan juga bursa saham regional Asia. Penguatan IHSG pun hanya bertahan satu jam, kemudian melemah dan terus berada di zona merah hingga penutupan bursa saham.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau "net foreign sell" sebesar Rp 694,78 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 383.950 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 10,43 miliar lembar saham senilai Rp 6,66 triliun. Sebanyak 129 saham naik, 279 saham menurun, dan 123 saham tidak bergerak nilainya. (mdk/azz)

Baca juga:
IHSG Anjlok 1,75 Persen Selama Sepekan
IHSG Menguat Usai AS Ancam Naikkan Tarif Produk China
IHSG dan Rupiah Melemah, Menko Darmin Bantah Karena Politik Memanas
IHSG Diprediksi Tak Alami Banyak Perubahan Selama Ramadan di Posisi 6.400
Dalam Sepekan, IHSG Jatuh 1,63 Persen di 6.401,08
Hari Ini, IHSG Dibuka Melemah di Tengah Peningkatan Bursa Saham Global

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.