IMF: Dampak Virus Corona Lebih Mengerikan dari Krisis Keuangan 2008

IMF: Dampak Virus Corona Lebih Mengerikan dari Krisis Keuangan 2008
UANG | 6 April 2020 06:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Dana Moneter Internasional (IMF) menilai dampak virus corona pada perekonomian lebih buruk dari krisis keuangan 2008. Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, mengatakan saat ini adalah momen terkelam bagi umat manusia, dan membutuhkan kerja sama untuk menyelesaikannya.

"Tak pernah dalam sejarah IMF, kami menyaksikan ekonomi dunia stagnan," ujarnya seperti dilansir dari CNBC.

Dia juga mengungkapkan bahwa investor tengah melarikan dananya ke aset safe heaven. Di mana, sekitar USD 90 miliar dana investor asing kabur dari negara berkembang selama ada virus corona.

"Ini lebih buruk dari krisis keuangan," imbuhnya.

Negara berorientasi ekspor, lanjutnya, turut terpukul. Imbas jatuhnya harga komoditas dunia. "Sama seperti corona yang menyerang kesehatan manusia, corona turut memukul ekonomi."

Dia yakin dunia mampu keluar dari masalah akibat virus corona ini. Namun, kapan dan secepat apa bergantung dari langkah antisipasi yang diambil.

1 dari 2 halaman

IMF Siapkan Pendanaan USD 1 T, 90 Negara Sudah Mendaftar

pendanaan usd 1 t 90 negara sudah mendaftar rev1

IMF bersama lembaga keuangan dunia terus berupaya mencegah kejatuhan ekonomi dunia lebih dalam imbas Corona. Georgieva juga meminta bank sentral negara maju memberi bantuan negara berkembang.

"Fokus utama kami di krisis saat ini ialah menyediakan pendanaan untuk negara dunia, khususnya negara berkembang," tuturnya.

IMF, lanjutnya, memiliki dana USD 1 triliun yang siap disalurkan. Di mana, 90 negara telah mengajukan diri untuk menerima pendanaan tersebut.

"Kami tidak pernah menyaksikan tingginya kebutuhan dunia akan pendanaan darurat seperti saat ini," jelasnya.

Dia mendorong pendanaan disalurkan kepada pada dokter, tenaga medis, sukarelawan, dan kebutuhan kesehatan selama masa krisis corona. Georgieva melihat negara berkembang mengalami pukulan terberat.

"Kita tahu di beberapa negara dunia, sistem kesehatannya lemah."

2 dari 2 halaman

ADB Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi RI 2020 Turun di Angka 2,5 Persen

pertumbuhan ekonomi ri 2020 turun di angka 25 persen rev1

Asian Development Bank (ADB) memperkirakan perekonomian Indonesia tahun 2020 tumbuh 2,5 persen akibat wabah virus corona. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun 2019 yang mencapai angka 5 persen.

ADB menilai, meski Indonesia memiliki landasan makroekonomi yang kuat, wabah virus corona mengubah arah perekonomian Indonesia. Ini akibat memburuknya kondisi lingkungan eksternal dan melemahnya permintaan dalam negeri.

Namun perekonomian bakal kembali pulih tahun 2021 jika pemerintah melakukan tindakan tegas dan efektif untuk menanggulangi dampak kesehatan dan ekonomi. Khususnya melindungi kelompok miskin dan rentan.

"Perekonomian Indonesia diperkirakan dapat kembali secara bertahap ke jalur pertumbuhannya tahun depan" kata Direktur ADB, Winfried Wicklein dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Asian Development Outlook (ADO) 2020, pandemi Covid-19 bersamaan dengan penurunan harga komoditas dan gejolak pasar keuangan, yang akan berimplikasi buruk bagi perekonomian dunia dan Indonesia tahun ini. Terlebih dengan memburuknya perekonomian sejumlah mitra dagang utama Indonesia, sehingga permintaan dalam negeri diperkirakan akan melemah seiring dengan menurunnya sentimen bisnis dan konsumen.

Namun, sejalan dengan pulihnya perekonomian dunia tahun depan, pertumbuhan Indonesia diperkirakan akan memperoleh momentum. Dibantu dengan reformasi di bidang investasi yang dikeluarkan baru-baru ini.

(mdk/bim)

Baca juga:
Berstatus PDP, Dokter Anggota IDI Tangsel Meninggal karena Covid-19
Peneliti Monash University Temukan Obat Potensial Lawan Covid-19
Brazil Siapkan Kuburan Massal Korban Covid-19
Banyak Kebijakan Atasi Corona Pemerintah Daerah yang Baik Bisa Jadi Contoh Nasional
Kak Seto Ingatkan Orang Tua Lebih Sabar Jadi Guru Saat Anak Belajar di Rumah
Data Sabtu 4 April: Pasien Covid-19 di Jakarta 1.071 Orang
Pemerintah Diminta Hapus Pajak Dividen Perorangan untuk Kurangi PHK

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami