Impor Desember Turun, BPS Catat Terbesar Disumbang Komoditas Minyak Mentah

Impor Desember Turun, BPS Catat Terbesar Disumbang Komoditas Minyak Mentah
Peresmian kapal Pertamina Gas I. ©2014 merdeka.com/handout Pertamina
EKONOMI | 15 Januari 2019 13:27 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis realisasi nilai impor Indonesia pada Desember 2018 mencapai USD 15,28 miliar. Angka ini mengalami penurunan 9,60 persen bila dibandingkan November 2018 sebesar USD 16,91 miliar. Sementara bila dibandingkan realisasi impor pada periode yang sama tahun lalu terjadi peningkatan sebesar 1,16 persen.

Kepala BPS, Suhariyanto, menjelaskan penurunan impor pada Desember ini dikarenakan terjadinya turunnya impor migas dan non migas. Di mana sektor impor migas turun sebesar 31,45 persen, sedangkan impor nommigas turun sebesar 5,14 persen.

"Yang menyebabkan penurunan impor ini adalah migas yang turun tajam, sementara non migas turun tetapi lebih sedikit," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (15/1).

Suhariyanto menjelaskan penurunan impor migas dipicu oleh turunnya nilai impor seluruh komponen migas, yaitu minyak mentah mencapai sebesar USD 386,5 juta (45,07 persen), hasil minyak USD 454 juta (26,23 persen) dan gas USD 61 juta (21,90 persen).

Sementara penurunan impor nonmigas terbesar dialami golongan bahan kimia organik sebesar USS 174,4 juta atau 27,07 persen. Kemudian diikuti oleh golongan plastik san barang dari plastik sebesar USD 134,5 juta atau setara 15,44 persen, kendaraan dan bagiannya sebesar USD 111,3 juta atau 16,47 persen.

Dia menambahkan, pada komoditas non migas yang mengalami peningkatan impor terbesar yakni, buah-buahan sebesar USD 69,8 juta, lalu besi dan baja USD 52,9 juta, pupuk USD 47,9 juta, senjata atau amunisi USD 41,7 juta, dan kapal terbang dan bagiannya USD 39,3 juta.

"Seperti diketahui pada saat Natal dan Tahun Baru konsumsi buah-buahan tinggi untuk parcel dan lain lain, itu terjadi pada Apel dan Anggur," katanya.

Adapun secara akumulatif dari Januari hingga Desember 2018 nilai impor mencapai USD 188.625,6 juta. Angka ini meningkat cukup tajam sebesar 20,15 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017. (mdk/bim)

Baca juga:
BPS: Neraca Perdagangan Indonesia Defisit USD 8,57 Miliar Sepanjang 2018
Ini Alasan Pelaku E-commerce Khawatir Beri Data Transaksi ke Pemerintah
KEIN: Kemiskinan Turun Sebab Pemerintah Jokowi Berhasil Tekan Harga Pangan
Tingginya Harga Telur Buat Inflasi Solo Tertinggi di Jawa Tengah
BPS: Desember 2018 NTP dan NTUP Naik
Data BPS: Harga Grosir Sektor Pertanian Naik 0,05 Persen di Desember 2018
BPS: Nilai Tukar Petani Naik di Desember 2018

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami