Impor LPG dari Abu Dhabi, Pertamina Pastikan Stok Dalam Negeri Aman

Impor LPG dari Abu Dhabi, Pertamina Pastikan Stok Dalam Negeri Aman
Gas LPG 3 kg. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko
UANG | 7 Maret 2021 08:35 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pertamina menandatangani Sales Confirmation Agreement LPG dan Sulphur dengan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC). Penandatanganan ini memastikan Pertamina mendapatkan pasokan LPG dan Sulphur dari Abu Dhabi.

Direktur Pemasaran Pusat & Niaga PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina (Persero), Hasto Wibowo mengatakan, kerjasama ini memastikan keamanan pasokan LPG nasional yang diproyeksikan terus meningkat setiap tahunnya. Kebutuhan LPG nasional di tahun 2022 diperkirakan akan mencapai 8.30 juta ton, meningkat menjadi 9.12 juta ton di tahun 2023, dan 10.01 juta ton pada tahun 2024.

"Saat ini balance kebutuhan impor LPG nasional mencapai 6 juta ton per tahun, harapannya dengan kerjasama ini Pertamina dapat memperluas sumber pasokan dan menjaga kestabilan pasokan," kata Hasto, di Jakarta, Sabtu (6/3).

Dia menambahkan, perjanjian inipun dimungkinkan diperpanjang setiap tahunnya, dengan tetap dilakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum perjanjian berakhir.

"Kerja sama ini merupakan salah satu strategi pengadaan bundling produk LPG dan petrokimia yang dibeli langsung dari produser. Diharapkan kerjasama ini dapat menciptakan peluang kolaborasi jangka panjang untuk produk LPG dan petrokimia dengan tentunya tetap memperhatikan perkembangan dari bisnis petrokimia serta mengacu kebijakan bauran energi nasional sebagaimana tercantum dalam RUEN," imbuhnya.

Senior President International Relations ADNOC, Salem Raheb Al Meheiri mengungkapkan, sebagai salah satu produsen LPG, minyak mentah, dan Petrokimia terbesar di dunia berkomitmen memasok ke Pertamina. "ADNOC menjamin akan memasok produk dengan handal ke Indonesia," ujarnya.

Duta Besar RI untuk PEA, Husin Bagis juga turut menyambut positif penandatangan yang dilakukan oleh Pertamina dan ADNOC tersebut. "Dari KBRI kami berharap realiasi kerjasama di bidang pasokan LPG dan Sulphur ini dapat membuka peluang kerjasama lain seperti Petrokimia, maupun downstream industri lainnya di masa mendatang," jelasnya.

Penandatangan ini dilakukan oleh Vice President Trading & Other Business Sub Holding Commercial & Trading (SH C&T) PT Pertamina (Persero), Maya Kusmaya dengan Senior President International Relations ADNOC, Salem Al Meheiri.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Lipitan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Polisi Bongkar Produksi Gas Elpiji Oplosan di Klapanunggal Bogor
Pemerintah Alokasikan Rp37,85 Triliun untuk Subsidi Gas 3 Kg
Beli BBM dan LPG Bisa dari Rumah, Pengunduh Aplikasi MyPertamina Tembus 7 Juta
Warga Banjarmasin Keluhkan Gas Elpiji 3 Kg Langka dan Mahal
Beli BBM dan LPG Kini Bisa dari Rumah, Begini Caranya
2021, Pertamina Impor 7,2 Juta Metrik Ton LPG

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami