INACA Pastikan Harga Tiket Pesawat Sesuai Aturan Kemenhub

UANG | 11 Januari 2019 13:31 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carrier Association (INACA), Tengku Burhanuddin memastikan bahwa kisaran harga tiket pesawat saat ini telah mengacu pada tarif batas atas yang diatur oleh Kementerian Perhubungan. Pernyataan ini dilontarkan terkait isu yang berkembang mengenai mahalnya harga tiket penerbangan.

"Maskapai menjual harga tiket juga disesuaikan besarannya dengan peningkatan biaya pendukung seperti biaya navigasi, biaya bandara, avtur dan kurs dolar yang fluktuatif. Namun masih dalam batas yang ditentukan oleh Kementerian Perhubungan," katanya melalui keterangan resminya, Jumat (11/1).

Tengku menjelaskan, tngginya harga tiket penerbangan tersebut bisa juga karena menyesuaikan demand permintaan mayarakat. Apalagi pada periode liburan natal dan tahun baru kemarin cukup tinggi, khususnya ke sejumlah kota besar di Indonesia.

"INACA memproyeksikan periode peak season natal dan tahun baru 2018 atau 2019 masih akan berlangsung hingga tanggal 14 Januari 2019 mendatang," jelasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016 telah mengatur mekanisme formulasi perhitungan dan penetapan tarif batas atas dan batas bawah penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri.

Adapun tiket harga penerbangan terdiri dari atau gabungan sejumlah komponen biaya selain basic fare yang diatur oleh Kementerian Perhubungan, biaya yakni asuransi, PPN, dan PSC yang juga cukup besar.

"Kami memastikan maskapai yang tergabung dalam INACA mematuhi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Perhubungan dalam memastikan kebijakan penetapan harga tiket pesawat sesuai aturan yang berlaku khususnya dalam memastikan akses masyarakat terhadap layanan penerbangan tetap terpenuhi," pungkasnya.

Sebelumnya, Sejumlah warga di Padang, Sumatera Barat kembali mengeluhkan mahalnya tiket pesawat udara rute Padang - Jakarta yang sudah terjadi sejak pertengahan Desember 2018 hingga Januari 2019.

Berdasarkan penelusuran di salah satu situs penyedia tiket daring di Padang, untuk kategori penerbangan berbiaya murah rute Padang - Jakarta dengan lama penerbangan 1 jam 50 menit dibanderol dengan harga Rp 1.134.000 untuk jadwal penerbangan tiga hari ke depan yang dalam kondisi normal hanya Rp 700.000.

Agak unik, ada maskapai untuk rute Padang - Jakarta transit di Kuala Lumpur dengan lama perjalanan 7 jam 45 menit malah harga tiketnya hanya Rp 1.124.000 atau lebih murah dari penerbangan langsung.

"Masa saya mau ke Jakarta karena ingin murah harus lewat Malaysia dulu, mesti punya paspor dulu, ini kan sudah tidak masuk akal secara logika," kata Ardi, salah seorang warga Padang seperti dikutip dari Antara.

Sementara untuk jadwal penerbangan pekan depan berdasarkan pantauan di situs penyedia tiket harga tiket masih tetap bertahan di angka Rp 1.134.000 untuk kategori penerbangan berbiaya murah kelas ekonomi. Tak hanya itu, saat dicek jadwal penerbangan pada 31 Januari 2019 harga masih sama yakni Rp 1.134.000.

Baca juga:
Kenaikan Tarif Angkutan Udara dan Telur Ayam Penyebab Inflasi Desember
Pantauan Kemenhub, Belum Ada Tiket Pesawat Tahun Baru Dijual di Atas Tarif Batas
Menhub: Kenaikan Tarif Tiket Pesawat di Libur Natal dan Tahun Baru Jangan Signifikan
Kemenhub: Maskapai Harus Jual Tiket Harga Wajar Jelang Libur Natal & Tahun Baru 2019
Pengamat: Tak ada perbedaan faktor keselamatan di penerbangan murah dan premium

(mdk/azz)