Indef: New Normal Tak Langsung Pulihkan Ekonomi

Indef: New Normal Tak Langsung Pulihkan Ekonomi
UANG | 7 Juni 2020 14:45 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menyebut bahwa penerapan new normal tidak langsung otomatis membuat perekonomian nasional pulih secara maksimal.

"Belum bisa. Masih butuh waktu untuk pulih. New normal tidak otomatis industri kembali beroperasi maksimal," kata Bhima kepada Liputan6.com, Minggu (7/6).

Hal itu dikarenakan permintaan ekspor masih melambat, sementara pelaku usaha juga kesulitan memperoleh bahan baku. Sehingga bagi perusahaan membutuhkan waktu untuk menyerap kembali karyawan yang dirumahkan dan di PHK.

"Apalagi ada kekhawatiran pelonggaran disaat kurva positif covid-19 masih meningkat menimbulkan resiko gelombang kedua penyebaran covid," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Keperayaan Investor Lemah

lemah rev1

Kekhawatiran itulah yang menjadi penyebab yang akhirnya melemahkan kepercayaan konsumen untuk kembali belanja.

Bhima memperkirakan sampai tahun 2022 perekonomian Indonesia dapat dikatakan kembali normal seperti sediakala. Meskipun penerapan new normal diklaim bisa mendorong perekonomian, hal itu tidak bisa serta merta membuat ekonomi Indonesia melesat positif. Melainkan masih ada berbagai proses dan tahapan untuk pulih.

"Sampai 2022 baru akan kembali ke level pertumbuhan sebelum pandemi," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Jelang New Normal, Forpimda Jatim Tinjau Kesiapan Pembukaan Pesantren di Kediri
PSBB Transisi Bukan Berarti Bebas Berkegiatan Tanpa Pedulikan Protokol Kesehatan
Penjelasan Dasar Hukum Sanksi Denda Rp250.000 saat Masa Transisi di DKI
Berakhir Besok, Pemkot Solo Tak Perpanjang KLB Corona
Tren Kasus COVID-19 di Indonesia Menuju Puncak Kurva, Ini Kata Epidemolog Asal Jogja

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agama Sejatinya Tidak Menyulitkan Umatnya - MERDEKA BICARA with Menteri Agama Fachrul Razi

5