Indef Nilai Belum Semua Pelaku Ekonomi di Indonesia Siap Transformasi era Digital

Indef Nilai Belum Semua Pelaku Ekonomi di Indonesia Siap Transformasi era Digital
UANG | 21 Oktober 2020 13:17 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani melihat, kebanyakan pelaku ekonomi di Indonesia belum siap menghadapi era digital. Ini terlihat di tengah masa pandemi Covid-19.

"Banyak pelaku ekonomi belum siap, sehingga bisa jadi dari sisi sektor riil mereka akan tertinggal," kata Aviliani dalam sesi webinar, Rabu (21/10).

Mayoritas pelaku ekonomi di sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih sangat belum siap. Bahkan sangat lamban dalam menghadapi transformasi digital.

Karena itu pelaku UMKM perlu diberi pendampingan agar bisa lebih mengenal platform digital. Dengan begitu, mereka dapat memanfaatkan momen pandemi untuk memacu pertumbuhan lebih baik.

"Sektor UMKM perlu ada pendampingan untuk percepatan. Karena kalau tidak, nanti mereka bisa lebih lambat karena mereka tidak bisa memanfaatkan momen ini," imbuhnya.

Selain UMKM, Aviliani mengatakan, masih banyak perusahaan di Indonesia yang belum mempersiapkan diri ke arah digitalisasi. Kondisi tersebut dinilainya bakal memperlambat proses untuk ke masa peralihan.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan angka penjualan online yang meningkat sangat signifikan seiring dengan adanya peralihan aktivitas masyarakat ke teknologi digital selama pandemi.

"Ketidaksiapan perusahaan dalam menyambut digitalisasi akan sangat merugikan, bahkan keberlangsungan produktivitasnya juga dapat terancam," serunya.

Dia mencontohkan, saat ini banyak rumah sakit yang sepi dan tutup gara-gara masyarakat lebih memilih untuk berkonsultasi online guna mencegah penularan Covid-19.

Di lain sisi, Aviliani mengungkapkan, perusahaan yang paling siap dalam menyambut dan mengadaptasi sistem digital selain e-commerce adalah sektor perbankan dan keuangan.

"e-Commerce karena mereka sudah menciptakan marketplace, sudah menciptakan kondisi sudah digitalisasi gitu. Jadi mereka tidak masalah," ujar dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com (mdk/noe)

Baca juga:
Wapres Ma'ruf Amin Sayangkan Masih Sedikit UMKM Manfaatkan Teknologi Digital
Pemerintah Target 3 Juta UMKM Go Digital Hingga Akhir 2020
20 Startup Tahap Awal Digembleng di Startup Studio Indonesia, Ini Daftarnya
Pemerintah Target Potensi Ekonomi Digital RI Capai USD 133 Miliar di 2025
Rayakan Listing ONIT di Pasar Indonesia, Upbit Bagikan Airdrop 10 Bitcoin
Bursa Peer to Peer Tawarkan Fleksibilitas Jual-Beli Aset Kripto

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami