Indef: Seleksi Pimpinan BUMN Ala Erick Thohir Pertaruhkan Perekonomian

UANG | 21 November 2019 18:51 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara menilai proses pemanggilan dan seleksi kontroversial satu atau dua tokoh untuk menjadi pimpinan BUMN yang dilakukan Erick Thohir dapat mempertaruhkan perekonomian Indonesia.

"Ini saya kira bukan sekadar masalah satu atau dua orang, tapi itu bisa mempertaruhkan perekonomian Indonesia," ujar Bhima dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis (21/11).

Dia mengatakan bahwa dalam proses pemilihan direksi atau komisaris apalagi BUMN-BUMN kelas kakap baik terbuka maupun tidak terbuka di BUMN, harus ada standarisasi dan panitia seleksinya sehingga ini akan dipantau oleh investor berkaitan kerja sama dengan BUMN ke depannya dan banyak proyek-proyek yang sedang berjalan banyak didanai juga oleh investor domestik maupun asing.

"Kalau proses seleksi pimpinannya menimbulkan kontroversi, kemudian justru menimbulkan hal kontraproduktif, hal tersebut dapat mencederai nama dan citra Indonesia dan BUMN di mata internasional," tegasnya.

Bhima melihat saham beberapa BUMN dalam kondisi kurang baik, ini dapat menjadi salah satu indikasi investor melihat hal-hal kontroversial yang seharusnya tidak perlu. Namun terdapat masalah-masalah struktural seperti utang BUMN, tata kelola korporasinya, kemudian bagaimana membersihkan BUMN dari para oknum yang memanfaatkannya untuk melakukan korupsi dan rente-rente.

"Alangkah baiknya jika diskusi dan pembahasan tersebut mengarah ke sana, sehingga terus terjadi seperti sekarang yang rugi adalah Menteri BUMN itu sendiri karena akan semakin sulit untuk mendapatkan komitmen atau kepercayaan dari investor," katanya.

1 dari 1 halaman

Investor Ragukan Proyek BUMN

Dikhawatirkan saat BUMN menerbitkan surat utang, maka banyak investor yang akan memandang skeptis. Investor juga nantinya akan meragukan megaproyek-megaproyek yang digarap BUMN.

Sebelumnya Erick Thohir memanggil mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Insinyur Geologi itu dikabarkan bakal menempati jabatan penting di salah satu BUMN strategis.

Tak lama berselang, Senin (18/11), Erick Thohir kembali memanggil salah satu tokoh nasional, yakni mantan petinggi Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah.

Menteri BUMN tersebut mengatakan bahwa untuk mengelola aset sebesar Rp8.200 triliun itu, dirinya membutuhkan teamwork yang kompak, yang diisi dengan orang-orang yang bukan hanya cerdas, tetapi juga akhlak yang baik. (mdk/idr)

Baca juga:
Terbitkan Obligasi, PNM Dapat Dana Segar Rp 1,35 Triliun
Kementerian BUMN: Defisit Likuiditas Jiwasraya Disebabkan Saham Gorengan
Di Kementerian BUMN, Bos Krakatau Steel Bahas Restrukturisasi Utang & Industri Baja
Hal Penting Harus Dipertimbangkan Erick Thohir Sebelum Tunjuk Ahok jadi Bos BUMN
VIDEO: Sandiaga Uno Bantah Bakal Jadi Bos BUMN