Indeks Kepercayaan Industri Naik, Menperin Agus Klaim Kebijakan Pemerintah Tepat

Indeks Kepercayaan Industri Naik, Menperin Agus Klaim Kebijakan Pemerintah Tepat
UANG | 4 Juli 2020 17:08 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat terjadi kenaikan Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juni 2020 menjadi 39,1. Hal ini menandakan mulai pulihnya sektor industri nasional.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, lonjakan indeks tersebut akan mendorong peningkatan kepercayaan sektor industri manufaktur terhadap berbagai langkah strategis yang dijalankan oleh pemerintah. Utamanya adalah dalam upaya memacu roda perekonomian.

“Hal terpenting selain naiknya indeksi PMI pada Juni 2020 adalah meningkatnya tingkat kepercayaan pelaku industri manufaktur. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dalam era new normal sudah on the track,” kata Agus di Jakarta, Sabtu (4/7).

Berdasarkan data yang dikeluarkan IHS Markit, indeks output masa depan, tolok ukur, dan sentimen bisnis melonjak ke angka 73 persen di bulan keenam. Angka ini merupakan yang tertinggi selama lima bulan terakhir dan capaian ini menjadi bekal pemerintah untuk terus mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dapat terus mendorong aktivitas sektor industri manufaktur pada era new normal.

Walaupun demikian, dia menekankan hal utama yang harus diantisipasi adalah pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III dan IV tahun 2020. "Periode tersebut sangat penting sehingga kita harus bisa mengantisipasi dengan baik, karena menentukan performa ekonomi nasional pada tahun 2021,” jelasnya.

Agus mengungkapkan, sektor industri merupakan kontributor terbesar terhadap PDB nasional. Hal ini terlihat dari sumbangsihnya terhadap perekonomian pada triwulan I tahun 2020 sebesar 19,98 persen. Sehingga, untuk mempertahankan kinerja sektor manufaktur, Kemenperin mendukung industri tetap beroperasi, dengan mengurus Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) serta mematuhi aturan protokol kesehatan.

Hingga saat ini, Kemenperin telah mengeluarkan lebih dari 17 ribu IOMKI. Dengan izin beroperasinya sektor industri tersebut, sebanyak lima juta tenaga kerja dapat terus bekerja. Hal ini menandakan bahwa aktivitas industri dapat menopang kesejahteraan masyarakat.

Selain fokus mendukung pemulihan sektor industri dari pandemi Covid-19 melalui berbagai stimulus, pemerintah juga sudah menyiapkan berbagai insentif bagi para calon investor yang akan menanamkan modalnya di Indonesia, termasuk super deductible tax sebesar 300 persen bagi industri yang mengembangkan fasilitas penelitian dan pengembangannya di Indonesia dan sebesar 200 persen bagi industri yang mengembangkan kegiatan pendidikan vokasi di dalam negeri.

“Selain itu, hingga tahun 2024, pemerintah akan mengembangkan 27 kawasan industri baru yang tersebar di seluruh Indonesia,” jelasnya.

1 dari 1 halaman

Fasilitasi Investor

Sementara itu, untuk memfasilitasi investor, termasuk yang merelokasi pabriknya dari China, pemerintah juga membuka kawasan industri di Batang, Jawa Tengah. “Tersedia lahan sekitar 4000 hektare yang berada di area PTPN IX Siluwok dengan beberapa keunggulan untuk kemudahan investor,” imbuh Agus.

Kawasan Industri Batang memiliki lokasi strategis dengan fasilitas pelabuhan, air bersih yang terjamin, akses rel kereta api, serta sejajar dengan Tol Trans Jawa. “Kami berharap kawasan industri ini dapat menjadi investment heaven bagi calon investor,” pungkasnya.

(mdk/did)

Baca juga:
Jelang New Normal, Pemerintah Percepat Penerapan Industri 4.0 di Sektor Manufaktur
5 Dampak Baik dan Buruk Saat Kantong Plastik Hilang
Incar Relokasi Pabrik dari China, Kemenperin Akselerasi Kawasan Industri Batang
Tingkatkan Daya Saing Global, IKM Gula Palma Terapkan Teknologi Industri 4.0
Kemenperin: Industri Furnitur Jadi Andalan di Tengah Pandemi
Kemenperin Dorong Pelaku IKM Berperan dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Revisi Aturan, Kemenperin Bedakan Penilaian TKDN Produk Digital dan Non-Digital

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami