Indeks Kesiapan Digital UMKM Di Jabodetabek Masih Tahap Menengah, Ini Penyebabnya

Indeks Kesiapan Digital UMKM Di Jabodetabek Masih Tahap Menengah, Ini Penyebabnya
UANG | 26 Juni 2020 21:36 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Hasil Survei Katadata mencatat bahwa indeks kesiapan digital UMKM Jabodetabek masih ada di tahap menengah. Dari skala tertinggi 5, indeks kesiapan digital dari UMKM memiliki nilai rata-rata 3,6. Beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur Indeks Kesiapan Digital dari UMKM tersebut, yaitu indikator optimisme, kompetensi, keamanan, dan kenyamanan.

Menanggapi itu, Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki mengatakan, ada banyak faktor yang membuat pelaku UMKM yang belum masuk memanfaatkan platform digital sebagai alternatif pasar di masa pandemi Covid-19.Ternyata akses internet tidak selalu menjadi indikator keberhasilan mendorong pelaku UMKM terhubung dengan market online.

"Ada banyak faktor keberhasilan atau kegagalan UMKM masuk ke platform digital. Saya kira bukan semata terhubung market online," kata Teten dalam Webinar bertajuk Jaga UMKM Indonesia: Kebangkitan UMKM Di Era Pandemi Covid-19, Jakarta, Jumat (26/6).

Teten menjelaskan, pelaku UMKM yang masuk platform digital harus bersaing dengan sesama pelapak online dengan produk yang berkualitas. Apalagi mereka juga harus bersaing dengan produk dari brand ternama.

"Apalagi yang punya brand image bagus, sama aja kalau di offline, yang gede juga masuk ke market online," kata Teten.

Kapasitas produksi UMKM juga menjadi hambatan lainnya. Berjualan di platform digital menuntut pelaku UMKM untuk menyediakan produk dalam jumlah besar karena menghadapi pasar berskala nasional. Sementara mereka mengalami keterbatasan modal.

"Nah mereka enggak punya stok, makanya mereka tidak bisa penuhi permintaan pasar,," kata Teten.

Baca Selanjutnya: Mengerjakan Sendiri...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami