Indeks PMI Manufaktur Naik ke Level 51,3 di Desember 2020

Indeks PMI Manufaktur Naik ke Level 51,3 di Desember 2020
pabrik motor honda. ©astra honda motor
UANG | 4 Januari 2021 15:12 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, memastikan aktivitas industri manufaktur di tanah air menunjukkan kinerja yang gemilang di Desember 2020. Meskipun masih di tengah tekanan berat akibat pandemi Covid-19, geliat industri manufaktur di dalam negeri terus berupaya bangkit menembus fase ekspansif.

Menurutnya, hal tersebut tercermin dari Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Desember 2020 yang tercatat di level 51,3. Atau naik dibanding capaian bulan sebelumnya yang berada di posisi 50,6.

"Ini capaian yang luar biasa, saya berterima kasih kepada para pelaku industri yang tetap berusaha semaksimal mungkin mengoptimalkan sumber daya yang ada di tengah keterbatasan yang ada. Hal ini juga menunjukkan bahwa langkah-langkah kebijakan Kementerian Perindustrian mampu mendorong hal ini," kata Agus di Jakarta, Senin (4/1).

Agus mengungkapkan, peningkatan indeks ini didukung adanya pertumbuhan pesanan baru, yang mengacu ekspansi solid pada output. "Kenaikan ini merupakan tercepat kedua dalam sejarah survei selama hampir sepuluh tahun," terangnya.

Dia menyebut, terdapat tiga subsektor yang diproyeksi mampu mencatatkan akselerasi pertumbuhan ciamik pada 2021, yakni industri makanan, minuman, serta kertas dan barang dari kertas. Kementeriannya mencatat, industri minuman misalnya, dapat tumbuh 4,39 persen secara tahunan pada 2021.

Kemenperin juga akan memberikan perhatian khusus pada beberapa sektor manufaktur, seperti industri farmasi, produk obat, kimia, obat tradisional, bahan kimia, barang dari bahan kimia, logam dasar, dan makanan.

Untuk tahun ini, pertumbuhan industri tersebut diperkirakan kembali ke jalur positif. Seluruh subsektor manufaktur digadang-gadang kembali bergairah. "Dengan asumsi pandemi sudah bisa dikendalikan dan aktivitas ekonomi sudah bisa kembali pulih, kami memproyeksikan pertumbuhan industri manufaktur pada 2021 akan tumbuh 3,95 persen," ucapnya.

Optimisme tersebut sejalan dengan investasi pada industri pengolahan nonmigas yang masih tumbuh positif. Sebab, kendati pertumbuhan PDB diproyeksikan terkontraksi 2,22 persen pada 2020, nilai investasinya justru meningkat dan berpotensi melonjak tahun ini.

"Sepanjang 2020, nilai investasi industri pengolahan nonmigas diperkirakan mencapai Rp265,28 triliun atau naik 24,48 persen dari realisasi investasi pada 2019 senilai Rp213,11 triliun. Pada tahun ini, investasi diproyeksikan naik 21,97 persen menjadi Rp323,56 triliun," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Industri Manufaktur Diramal Tumbuh 3,9 Persen Jika Pandemi Bisa Dikendalikan
Pemerintah Target Investasi Sektor Manufaktur Capai Rp323 Triliun di 2021
Jumlah Pekerja di Industri Manufaktur Turun 1,45 Juta Orang Selama Pandemi
Yes! Mesin Mitsubishi Xpander Diproduksi di Indonesia, TKDN Jadi 80 Persen
Posisi Indeks Naik, Daya Saing Manufaktur RI Ungguli India dan Vietnam
Suzuki 50 Tahun di Indonesia: Produksi 2,5 Juta Mobil dan Ekspor 1,3 Juta Unit

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami