Indonesia jadi Negara Menengah Atas, tapi Koperasinya Masih Tertinggal

Indonesia jadi Negara Menengah Atas, tapi Koperasinya Masih Tertinggal
Koperasi. ©blogspot.com
EKONOMI | 20 Juli 2020 11:45 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Bank Dunia telah menggolongkan Indonesia sebagai upper middle income country atau negara menengah atas di 1 Juli 2020. Status ini naik level dari sebelumnya, di mana Indonesia masih berstatus sebagai middle income country.

Dewan Pakar Mubyarto Institute, Noer Soetrisno mengatakan, ditetapkannya Indonesia menjadi negara menengah atas, namun koperasi masih di Tanah Air masih terjebak dalam middle income trap hingga 20-25 tahun lagi.

"Saya melihat Indonesia baru naik ke upper middle country, masih ada perjalanan panjang, dan tahun ini kita terkena pandemi berarti ada disrupsi alamiah yang menjadi hal baru, dalam mempertimbangkan bahwa kita masih sulit untuk memajukan koperasi dalam faktor eksternal saja," kata Dewan Pakar Mubyarto Institute Noer Soetrisno, dalam Webinar Nasional Model Koperasi Era Industri 4.0, Senin (20/7).

Hal itulah yang menjadi problematika pengembangan koperasi di Indonesia yang sulit tumbuh seperti negara-negara lain. Padahal, koperasi sudah lebih 100 tahun diperkenalkan di Indonesia, dan masih sulit menjadikan koperasi yang benar sesuai jati diri.

"Semua koperasi besar di dunia umumnya di negara maju yang pendapatan di atas USD 10.000 per kapita. Anggota koperasi dengan penduduk Indonesia baru 8- 12,5 persen, sedangkan di Amerika sudah 25 persen, di Eropa sudah mendekati 40 persen, demikian di negara maju lainnya," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Strategi Kembangkan Koperasi

Namun demikian, dia menyebutkan 5 strategi untuk mengembangkan koperasi di Indonesia. Pertama, yakni bangun pangkalan koperasi baru. Kedua, restrukturisasi organisasi koperasi.

Ketiga, merger atau kooptasi legal koperasi secara regional bertahap, dan menaikkan skala bisnis pada pusat domisili, atau segmen basis industri.

Keempat, restrukturisasi industri berbasis bahan baku industri atau rakyat. Kelima, kolonisasi melalui industri teknologi informasi.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami