Indonesia Jajaki Ekspor Listrik ke Singapura

Indonesia Jajaki Ekspor Listrik ke Singapura
Menteri ESDM Arifin Tasrif. ©Istimewa
UANG | 19 Januari 2021 17:41 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjajaki peluang mengekspor listrik ke Singapura menyusul adanya potensi kelebihan pasokan daya listrik di Indonesia. Indonesia memiliki kelebihan pasokan listrik terlebih di tengah pandemi COVID-19 yang menyebabkan turunnya konsumsi listrik.

"Kita lihat potensi Singapura. Singapura perlu impor listrik. Ini kita jajaki, bisa tidak kita impor kelebihan listrik kita. Nanti kita sambung dari Jawa ke Sumatera, Riau, ke Singapura, atau kita masuk ke ASEAN (Power) Grid. Jadi dari Sumatera ke peninsula Malaysia. Ini sedang dalam proses penjajakan," jelas Menteri ESDM, Arifin Tasrif, seperti dikutip dari Antara dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa (19/1).

Untuk bisa memuluskan rencana tersebut, pemerintah akan mempercepat program interkonektivitas antarpulau. Upaya tersebut juga akan memungkinkan pemerataan listrik sehingga kelebihan listrik bisa disalurkan ke daerah yang masih kekurangan pasokan listrik.

Selain menjajaki potensi ekspor listrik, dia mengatakan opsi lain yang tengah dikaji pemerintah untuk mengatasi masalah kelebihan pasokan listrik adalah dengan relokasi pembangkit eksisting.

"Relokasi eksisting pembangkit yang sudah tua, berusia di atas 20-25 tahun ada kemungkinan tidak untuk direlokasi ke tempat-tempat yang membutuhkan, antara lain tempat-tempat yang punya potensi industri smelter," katanya.

Menurut Menteri Arifin, relokasi pembangkit eksisting ke wilayah dengan potensi industri smelter akan dapat mendukung daya saing produk hasil pemurnian mineral.

"Karena dengan batubara, cost (biaya) lebih murah. Industri kita akan lebih kompetitif," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Penyebab Kelebihan Pasokan Listrik...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami