Indonesia Jajaki Ekspor Mangrove, Rehabilitasi 10.000 Hektare Lahan di UEA

Indonesia Jajaki Ekspor Mangrove, Rehabilitasi 10.000 Hektare Lahan di UEA
UANG | 31 Oktober 2020 14:00 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi menemui Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup Uni Emirat Arab (UEA), Abdullah Mohammad Bel Haif Al Nuaimi. Pertemuan diadakan untuk membahas program rehabilitasi mangrove.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Nani Hendiarti, menawarkan ratusan jenis mangrove yang ada di Indonesia. Sebab, UEA hanya memiliki satu jenis mangrove yakni Avicenna Marina atau biasa disebut dengan gray mangrove.

Nani menjelaskan ada ratusan spesies mangrove dari Indonesia yang bisa digunakan sebagai upaya rehabilitasi dan konservasi mangrove di UEA. Secara alami mangrove berfungsi sebagai pelindung bagi pantai dari gelombang besar.

"Secara alami, mangrove berfungsi sebagai pelindung pantai dari gelombang besar," kata Nani dalam keterangannya di Dubai, Jakarta, Sabtu, (31/10).

Selain itu, mangrove juga berfungsi menyerap karbon dan penghasil oksigen. Bahkan, mangrove juga sebagai tempat berlindung dan pemijahan ikan.

Sehingga, kata Nani, kerjasama pengembangan rehabilitasi mengrove antara Indonesia dan UEA penting bagi kedua negara. "Kerjasama ini menjadi sangat penting dan urgent bagi kedua belah pihak," sambung Nani.

Baca Selanjutnya: Durasi Kerjasama 4 Tahun...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami