Indonesia Raih Utang Rp3,6 Triliun Dari Bank Dunia Tangani Covid-19

Indonesia Raih Utang Rp3,6 Triliun Dari Bank Dunia Tangani Covid-19
UANG | 30 Mei 2020 10:12 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pendanaan sebesar USD 250 juta atau setara Rp3,6 triliun (asumsi Rp14.654 per USD) untuk program Indonesia COVID-19 Emergency Response. Pendanaan ini akan mendukung Indonesia mengurangi risiko penyebaran, meningkatkan kemampuan mendeteksi, serta meningkatkan tanggapan terhadap pandemi COVID-19.

Program ini sekaligus akan mendukung penguatan sistem nasional untuk kesiapansiagaan kesehatan masyarakat. "Pemerintah Indonesia menggunakan berbagai cara untuk mengurangi dampak terkait sektor kesehatan, sosial dan ekonomi akibat COVID-19. Dengan dukungan dari lembaga seperti Bank Dunia, kami berkomitmen untuk memperkuat kapasitas dalam hal pencegahan, pengujian, perawatan serta sistem informasi, dan pada saat yang bersamaan memastikan kondisi kerja yang aman bagi para tenaga kesehatan," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam siaran pers, Jumat (29/5).

"Kami juga menyambut baik upaya mitra pembangunan dalam memberikan dukungan pendanaan yang terkoordinasi serta kerja sama Bank Dunia dengan Asian Infrastructure Investment Bank dan Islamic Development Bank untuk program ini," sambungnya.

Pendanaan ini, lanjut Menkeu, difokuskan untuk memperkuat aspek-aspek utama tanggap darurat Indonesia terhadap pandemi COVID-19, termasuk melengkapi fasilitas rujukan COVID-19 di bawah Kementerian Kesehatan, meningkatkan persediaan alat pelindung diri (APD), memperkuat jaringan laboratorium dan sistem pengawasan, serta mendukung pengembangan dan penggunaan protokol untuk memastikan layanan yang berkualitas.

1 dari 1 halaman

Persiapkan Indonesia Tangani Penyakit Menular di Masa Depan

tangani penyakit menular di masa depan rev1

Dengan menggunakan pembelajaran terkait penanggulangan dampak COVID-19, program ini mendukung kesiapan Indonesia dalam penyebaran penyakit menular di masa depan melalui pelaporan yang lebih baik dan sistem pengawasan yang lebih kuat.

Program ini akan mencakup seluruh wilayah Indonesia, dan penerima manfaat utama termasuk pasien yang mengunjungi rumah sakit dan fasilitas kesehatan, khususnya penduduk rentan dan berisiko tinggi seperti orang tua dan mereka yang memiliki kondisi kronis, serta para tenaga kesehatan.

Program ini merupakan kerja sama penting dengan pendanaan yang terkoordinasi bersama beberapa mitra, termasuk USD 250 juta pendanaan bersama dari Asian Infrastructure and Investment Bank, dan pembiayaan paralel sebesar USD 200 juta dari Islamic Development Bank.

"Merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam menghadapi COVID-19 dan mengurangi dampak pandemik ini pada sektor kesehatan, ekonomi dan sosial. Hal ini sangat penting bagi upaya yang berkelanjutan dalam mengurangi kemiskinan dan melindungi modal manusia Indonesia," kata Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Satu Kahkonen.

Kelompok Bank Dunia sebagai salah satu sumber pendanaan dan pengetahuan terbesar bagi negara-negara berkembang, turut mendukung peningkatan intervensi kesehatan masyarakat, berupaya untuk memastikan aliran pasokan dan peralatan penting, dan mendukung sektor swasta untuk terus beroperasi dan mempertahankan pekerjaan.

Selama 15 bulan, Bank Dunia akan mengerahkan hingga USD 160 miliar dalam bentuk dukungan keuangan untuk membantu lebih dari 100 negara untuk melindungi penduduk miskin dan rentan, mendukung dunia usaha, dan meningkatkan pemulihan ekonomi. Adapun dukungan ini termasuk USD 50 miliar sumber daya baru dari IDA dalam bentuk hibah dan pinjaman yang sangat lunak.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Anies: Semula Ini Krisis Kesehatan, Kini Terasa Sebagai Krisis Ekonomi
Nenek Berusia 100 Tahun Berhasil Sembuh dari Covid-19
Kekesalan Walkot Risma & Mobil Lab PCR yang Tak Kunjung Tiba di Surabaya
KPU Akui Pilkada 2020 di Tengah Pandemi Covid-19 Terkendala Anggaran
Ketua Tim Pengawas Covid-19 DPR Minta New Normal Dilaksanakan Super Ketat
Penjualan Rumah di Atas Rp 6 Miliar Tetap Tinggi di Tengah Pandemi
Asa Indonesia Jelang New Normal

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Alur BLT Dana Desa Hingga ke Tangan Warga - MERDEKA BICARA with Mendes Abdul Halim Iskandar

5