Indonesia Rawan Banjir Imbas Jumlah Sungai Berstatus Kritis Meningkat Tiap Tahun

Indonesia Rawan Banjir Imbas Jumlah Sungai Berstatus Kritis Meningkat Tiap Tahun
Tanggul Sungai Citarum jebol di Bekasi. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
UANG | 5 Maret 2021 12:26 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jarot Widyoko mengapresiasi, upaya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo untuk merehabilitasi lahan di hulu sungai Citarum melalui program penghijauan. Upaya ini, menurut Jarot, terbukti bisa mengurangi volume limpasan air hujan ke aliran sungai yang kerap menyebabkan musibah banjir.

"Kami patut berbangga ada ide yang sudah di motori oleh Kepala BNPB terutama di daerah Citarum. Ini suatu kegiatan yang luar biasa dengan membersihkan dan menanam pohon di DAS untuk merehabilitasi lahan," ungkapnya dalam Rakornas Penanggulangan Bencana 2021 bertema Tangguh Hadapi Bencana, Jumat (5/3).

Dia bilang, untuk saat ini, jumlah sungai berstatus kritis meningkat tajam di Indonesia. Hal ini ditandai dengan kian menyusutnya volume air yang tertahan di DAS, sehingga bencana banjir marak terjadi saat memasuki musim penghujan.

"Sekarang air yang tertahan di DAS tinggal 10 sampai 15 persen kurang. Itu menunjukkan limpasan sungai menjadi besar, ini trennya naik setiap tahun," bebernya.

Maka dari itu, dia mengajak seluruh Pemerintah Daerah dan stakeholders terkait lainnya untuk meniru semangat Kepala BNPB dalam merehabilitasi lahan di hulu sungai wilayahnya. Namun, bisa dengan cara-cara yang berbeda-beda disesuaikan dengan kemampuan sumber daya yang ada.

"Untuk mengurangi limpasan ke sungai bisa dengan bermacam-macam cara, ada biopori, bisa juga membuat sumur serapan, atau membangun embung, membuat situ-situ. Semua tujuannya kembalikan air hujan yang turun ke dalam bumi. Atau kita tahan air selama-lamanya ke bumi sebelum masuk ke sungai," tandasnya.

Baca Selanjutnya: 7 Penyebab Banjir Bandang yang...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami