Indonesia Terancam Krisis Ekonomi di 2021

UANG | 18 Oktober 2019 19:16 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Kepala Kajian Makro LPEM UI, Febrio Nathan Kacaribu, mengungkapkan adanya potensi krisis moneter di Amerika Serikat (AS) yang akan terjadi tahun depan. Pemerintah diminta untuk mengantisipasi krisis ekonomi tersebut.

"Krisis ada ancaman di 2020 tapi lebih besar nanti di 2021," kata dia dalam acara Economy Outlook 2020, di Menara BCA, Jakarta, Jumat (18/10).

Krisis yang terjadi di AS, dampak yang akan terjadi di Indonesia biasanya adalah setahun kemudian. Oleh karena itu dia menyebut pemerintah masih punya waktu cukup banyak untuk melakukan berbagai antisipasi.

"Kalau antisipasi, kita masih punya banyak waktu," ujarnya.

Antisipasi krisis ekonomi, salah satunya adalah di sektor kebijakan fiskal, moneter dan riil. "Yang penting menteri keuangan profesional. Karena kalau kita baca surat utang 40 persennya dipegang asing. Itu risiko capital outflow (aliran dana keluar)," tutupnya.

Baca juga:
Penguatan UKM dan Koperasi jadi Kunci Utama RI Hadapi Ancaman Krisis Ekonomi
Keberhasilan dan Kegagalan Pemerintah Jokowi Periode I di Mata Pengusaha
Menko Darmin Beberkan Kekuatan dan Kelemahan Ekonomi RI di Tengah Resesi Global
Hadapi Krisis Finansial, Startup Diminta Jangan Bakar Uang
Pemerintah Waspadai Dampak Resesi ke RI Akibat Pengenaan Tarif AS ke Produk Eropa
Pemerintah Diminta Waspadai 2 Faktor Pemicu Resesi Ekonomi
Antisipasi Krisis Ekonomi, BUMN Diminta Giat Cari Peluang Bisnis

(mdk/bim)