Industri Batubara Diprediksi Bakal Kalah Saing dengan Energi Baru Terbarukan

UANG | 20 November 2019 18:21 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Batubara diprediksi akan kalah bersaing ‎dengan Energi Baru Terbarukan (EBT) jika pengembangan energi bersih tersebut semakin masif. Oleh sebab itu pemerintah meminta pengusaha untuk segera melakukan hilirisasi.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot mengatakan, jika EBT semakin berkembang pesat akan membuat harganya bersaing dengan batubara, kondisi ini bisa menggeser peran batubara ke depan.

"Kalau EBT berkembang pesat harga keekonomian lebih murah dari batubara," kata Bambang ‎dalam diskusi di Bimasena Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (20/11).

Bambang mencontohkan, saat ini India sedang menggarap program kelistrikan dengan total kapasitas 175 Giga Watt (GW), mayoritas berasal dari pembangkit dengan energi primer EBT. Harga listrik dari pembangkit tersebut rata-rata 4 cent per Kilo Watt hour (kWh), lebih murah dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berbahan bakar batubara.

"Saya mengingatkan tambang batubara walau. energy mix 2050 batubara masih, tapi kalau EBT berkembang pesat bisa berubah total," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Antisipasi Kalah Saing

Menurut Bambang, untuk mengantisipasi kalah saingnya batubara dengan energi bersih tersebut, perusahaan batubara perlu melakukan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah. Hal tersebut seperti yang dilakukan China, mengolah batubara menjadi avtur dan produk turunan lainya.

"Adied value di sini sangat banyak masalahnya, kalau serius kita bisa dekati bagaimana memberikan keekonomian mari kita buat bersama. Kalau tidak proses lanjut jadi masalah," tandasnya.

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Memanasnya Perang Dagang Bisa Naikkan Ekspor Batubara dan Minyak Sawit RI
Pemerintah Perpanjang Patokan Tertinggi Harga Batubara Khusus untuk Listrik
Pemerintah Diminta Beri Harga Khusus Batubara Agar Tarif Listrik Turun
Bukit Asam Targetkan Jumlah Angkutan Batu Bara Capai 25,3 Juta Ton di 2019
Bos Bukit Asam Harap Perang Dagang AS-China Segera Usai agar Harga Batu Bara Naik
Ekspor Batu Bara Indonesia Menurun