Industri Dalam Negeri Siap Dukung Implementasi Jaringan Telekomunikasi Mandiri

UANG | 26 Agustus 2019 19:23 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Pemerintah berencana akan membangun jaringan telekomunikasi khusus yang aman dan mandiri. Ini perlu dilakukan karena rentannya penggunaan jaringan publik oleh lembaga-lembaga negara dalam berkomunikasi.

Jaringan yang aman dan mandiri ini, akan terpisah dengan jaringan publik, sehingga memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Namun demikian, penyelenggaraan jaringan aman mandiri, memerlukan kesiapan produk-produk teknologi nasional yang dibuat sendiri oleh anak-anak bangsa. Dengan begitu, bisa dipastikan jaringan tersebut aman dari kemungkinan penyadapan.

Salah satu pelaku industri yang siap mendukung penggunaan jaringan aman mandiri adalah PT Hariff Daya Tunggal Engineering (Hariff TDE).

"Sejak berdiri kami fokus dan konsisten menyediakan produk-produk teknologi melalui riset dan rekayasa yang dilakukan oleh anak-anak bangsa," kata Presiden Direktur PT Hariff DTE, Budi Permana.

Saat ini, pihaknya sedang mengembangkan Jaringan Aman Mandiri (JAM) yang disebut dengan Jaringan Merah Putih. Jaringan Merah Putih merupakan jaringan telekomunikasi menggunakan pita lebar, dengan teknologi protokol dan enkripsi khusus yang digawangi tenaga-tenaga lokal yang sudah diuji dan disertifikasi.

Jaringan Merah Putih ini digunakan untuk kepentingan khusus, dirancang, dikembangkan dan dioperasikan secara khusus dan terpadu untuk kepentingan negara dengan tingkat keamanan dan keandalan tinggi. "Lantaran didukung oleh perangkat yang aman karena menggunakan software, hardware dan brainware yang diproduksi sendiri. Sehingga terbebas dari kemungkinan terjadinya kebocoran informasi," paparnya.

Implementasi Jaringan Merah Putih memiliki beberapa manfaat dan fungsi, antara lain, sebagai satu-satunya gateway untuk sumber informasi yang terpercaya, membantu menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

Jaringan Merah Putih juga berfungsi dalam penguatan kemandirian ketahanan dan pertahanan serta keamanan cyber, serta penguatan kesiagaan menghadapi bencana. Juga berfungsi sebagai enabler platform anti-korupsi pada seluruh aplikasi e-government.

Mengingat begitu besarnya manfaat yang diperoleh dari penyelenggaraan jaringan aman mandiri, maka sudah waktunya pemerintah segera merealisasikan rencana tersebut. Begitu program jaringan aman mandiri dijalankan, berbagai persoalan terkait keamanan digital yang sekarang ini terjadi bisa terselesaikan.

Budi pun meyakini, SDM Indonesia sudah mampu untuk berinovasi di bidang teknologi tinggi. Jika anak bangga diberikan kesempatan dalam mengembangkan teknologi tinggi, maka hasilnya tidak akan kalah dengan produk produk buatan asing.

"Rencana pemerintah untuk membangun jaringan telekomunikasi nasional yang aman dan mandiri sangat mungkin untuk diwujudkan. Dengan bersumber pada SDM lokal, hardware buatan lokal serta software karya anak-anak bangsa, akan memutus mata rantai ketergantungan terhadap produk teknologi pihak asing, yang sangat rawan penyadapan," jelasnya.

Saat ini, berbagai negara sudah menyiapkan diri untuk menyiapkan platform teknologi yang terpisah untuk menjaga kedaulatan negaranya masing-masing. Inggris misalnya, memproteksi system telekomunikasi dan informasi (hardware, software, dan infrastruktur) terutama bagi jaringan yang digunakan lembaga pemerintahan.

Lalu Singapura dengan menguatkan upaya pengaman untuk sistem dan jaringan pemerintahan, yang didefinisikan dalam beberapa sektor seperti services, utilities, dan transportation. Jepang pun memiliki strategi pengamanan cyber dan informasi tidak hanya di level pemerintahan pusat, melainkan juga dari pemerintahan lokal dan daerah. Mereka berkolaborasi dalam bidang informasi antara lembaga dan pemerintahan.

Dia mengatakan, sejauh ini Hariff DTE telah mengembangkan produk pertahanan yang beroperasi dalam Jaringan Aman Mandiri (JAM). Produk teknologi canggih ini bernama Battlefield Management System (BMS). Untuk mengembangkan produk komunikasi tersebut mereka sudah berinvestasi sebesar Rp 100 miliar.

Secara terpisah, Deputi VII Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi dan Aparatur, Kementerian Politik Hukum dan Keamanan Marsda TNI Rus Nurhadi Sutedjo mengatakan, kehadiran jaringan telekomunikasi khusus yang aman dan mandiri memang sangat penting. Hal ini mengingat rentannya penggunaan jaringan publik oleh lembaga lembaga negara dalam berkomunikasi.

"Kita juga akan coba mengikuti apa yang menjadi kebutuhan kita di masa depan karena sarana telekomunikasi, ini satu yang sangat mungkin bisa kita gunakan, dan minimal yang jangkauan luas mudah diakses kemudian juga lebih," ujar dia.

Dia mencontohkan, misalnya terjadi gangguan pada jaringan umum yang ada saat ini, misalnya akibat bencana dan berbagai kejadian serupa, lembaga negara tidak terdampak. Dengan demikian dapat terus berkoordinasi untuk membuat kebijakan lewat JAM.

"Itu sangat penting, kalau sekarang jaringan di shutdown, kita shutdown juga. Kalo JAM ini jalan kita tetap bisa. Khususnya masalah bencana, kita komunikasi bisa langsung dan bisa masih berhubungan," jelas dia.

Dia menambahkan, produk dari dalam negeri seperti yang dikembangkan PT Harrif bisa menjadi salah satu solusi dalam menyelenggarakan jaringan telekomunikasi khusus yang aman dan mandiri. Pemerintah akan mendorong agar industri serupa dapat tumbuh.

"Mungkin sebagai salah satu solusi. Kemandirian harus, jadi kadang prihatin, kita produksi alat, tapi pemerintah agak ragu menggunakan. Nah kita harapkan ke depan tu, ya soal kualitas yang lebih panjang yang lebih unggul. Orang pintar di Indonesia sangat banyak cuma bagaimana mereka mengelolanya agak butuh perhatian pemerintah yang lebih," urainya.

Ke depan pemerintah akan melakukan sejumlah persiapan untuk mendukung implementasi JAM. Persiapan dilakukan baik dari segi regulasi maupun peningkatan sumber daya manusia. "Ke depan pasti ada regulasi tertentu, kita perlu revisi-revisi yang sudah ada. Saya belum tahu, perlu dengan Perpres bisa saja," tandasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Sukses di Myanmar, Kiwi Aliwarga akan Bangun Indonesia lewat Inovasi Teknologi
Lewat Teknologi Ini, Mahasiswa ITB Juarai Pertamina Energy Hackathon 2.0
Sinyal 3G Masih Mendominasi Dibanding 4G
Pertamina Siapkan 3 Langkah Perubahan Hadapi Era Transformasi Digital
Awas, Hacker Nakal Bisa Kuasai Perangkat Anda Lewat Bluetooth

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.