Industri lebih pilih robot, penyerapan tenaga kerja RI minim

UANG | 26 April 2014 09:47 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) mencatatkan realisasi investasi pada kuartal I 2014 mencapai Rp 106,6 triliun. Angka ini meningkat dibanding triwulan IV tahun lalu. Meski investasi meningkat, penyerapan tenaga kerja justru mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada 2012 dan 2013.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan hal ini wajar terjadi karena investasi yang masuk ke Indonesia banyak berasal dari sektor otomotif di mana penggunaan mekanisasi robot pada dalam proses produksi lebih banyak diterapkan.

"Ketika industri otomotif, modalnya sangat tinggi untuk robot. Satu robot bisa mengambil 4-5 orang tenaga kerja sebagai pengganti. Berarti struktur industri kita membaik," ujarnya akhir pekan ini.

Penggunaan robot dalam proses produksi bukan suatu hal yang salah jika memberikan efek positif terhadap produksi. "Boleh dong pakai robot, supaya (produksi) barang kita ini lebih efisien. Satu robot bisa menggantikan 4 sampai 5 tenaga kerja," lanjutnya.

Dengan penggunaan mekanisme robot ini, terjadi pengurangan penyerapan tenaga kerja, namun akan memperbaiki struktur industri dalam negeri. "Ini yang menyebabkan penyerapan tenaga kerja berkurang tetapi strukturnya membaik," tegasnya.

Berdasarkan data BKPM, penyerapan tenaga kerja pada triwulan I 2014 mencapai 260.156 orang yang terdiri dari proyek PMDN sebanyak 67.697 orang dan proyek PMA sebanyak 192.459 orang.

Jumlah ini jauh berkurang dibandingkan tahun lalu di mana pada periode yang sama jumlah penyerapan tenaga kerjanya mencapai 361.924 orang. Sedangkan pada 2012, BKPM mencatat penyerapan tenaga kerja sebanyak 358.385 orang.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengakui realisasi investasi saat ini tidak banyak aliran modal ke sektor padat karya.

Alhasil, serapan tenaga kerja tidak bisa mengandalkan dari investasi semata. "Memang pergeseran industri berbasis padat karya utamanya industri primer sekarang padat modal ini memang serapan sedikit, produktivitas meningkat, tapi intinya kita masih memerlukan industri padat karya," kata Hatta di kantornya, Jakarta, Jumat (25/4).

Untuk Penanaman Modal Asing (PMA), lima sektor yang diminati para investor yakni sektor tambang sebesar USD 1,7 miliar atau mencapai 24 persen dari total PMA. Industri makanan sebesar USD 800 juta atau mencapai 11,4 persen., serta industri transportasi dan perlengkapan sebesar USD 600 juta atau mencapai 8,8 persen.

Hatta berjanji ke depannya mengarahkan investasi agar lebih banyak mengarah ke sektor hulu. Tugas pemerintah adalah mengarahkan agar serapan hilir terjaga, sehingga masyarakat merasakan aliran modal yang masuk negara ini.


Hatta akui realisasi investasi tak serap tenaga kerja
Ungguli Jepang, Singapura penanam modal terbesar RI
Meski investasi lambat, BI yakin ekonomi RI tumbuh sesuai target
Tahun pemilu, investor minat bisnis makanan hingga properti
Jakarta dan Pulau Jawa masih jadi tujuan utama investasi

(mdk/idr)