Industri Makanan dan Minuman Tak Terdampak Virus Corona

Industri Makanan dan Minuman Tak Terdampak Virus Corona
UANG | 29 Februari 2020 14:36 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman mengatakan, industri makanan dan minuman belum terpengaruh wabah Corona virus.

"Virus (Corona) tidak ada pengaruhnya," tegas dia di Ibis Hotel Jakarta Pusat, Jakarta, Sabtu (29/2).

Adhi menilai virus Corona dalam penyebarannya tidak bisa mengkontaminasi lewat makanan dan minuman. "virus (Corona) itu mati dalam proses pengiriman. Virus ini tidak tahan panas dan dingin," imbuh nya.

Bahkan, buah impor asal China masih dinyatakan aman untuk di konsumsi. Para pelaku usaha industri makanan dan minuman dalam negeri justru mengkhawatirkan penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

"Ini akan berdampak bagi hotel. Tapi industri kita juga akan kena karena otomatis makan dan minuman berkurang," ungkap Adhi.

Selain itu, ia juga mengungkapkan sektor logistik paling terpukul dan ditakutkan mempengaruhi industri makanan dan minuman dalam negeri. "Justru logistik, karena pelabuhan di China masih di tutup, itu akan berdampak," tegas nya.

Akibat dari penutupan pelabuhan di China, kegiatan produksi industri makanan dan minuman menjadi terganggu. "Kan, mesin, spare part, atau alat-alat yang perlu diganti. Tidak bisa masuk," lanjut dia.

Adhi mendorong pemerintah Indonesia untuk memberikan kebijakan yang dapat memberi stimulus bagi pelaku usaha industri makanan dan minuman nasional.

1 dari 1 halaman

Stimulus bagi Industri Belum Tepat Sasaran

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Agus Eko N menilai bantuan yang diberikan pemerintah Indonesia terhadap industri makanan dan minuman Indonesia masih belum tepat sasaran.

"Stimulus yang diberikan masih terlalu umum, menurut pandangan kami," tegas Eko.

Menurutnya, langkah yang diambil pemerintah masih belum maksimal. Khususnya dalam memastikan kecukupan ketahanan pangan nasional. "Cek gudang-gudang logistik bahkan gudang swasta. Perhatikan stok," ungkapnya.

Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya lonjakan harga yang mempengaruhi daya beli masyarakat. "Kalau produksi terganggu, itu akan menekan konsumsi kita lebih dalam lagi," tutupnya. (mdk/did)

Baca juga:
Anies Keluarkan Instruksi Gubernur untuk Waspadai Virus Corona
Bak Hotel, Ini Fasilitas Karantina Pasien Corona di Singapura
Penerbangan Umrah ke Arab Saudi Kembali Dibuka 14 Maret 2020
Virus Corona Ganggu Perekonomian Nasional Lewat Dua Jalur Ini
Sudah Sewa Pesawat Garuda, Jokowi Batal ke AS Karena Corona
WHO Tingkatkan Level Tertinggi Risiko Global Virus Corona
Anjing di Hong Kong Diduga Tertular Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami