Industri Manufaktur RI Butuh Investasi dan Restrukturisasi Untuk Memulai Kembali

Industri Manufaktur RI Butuh Investasi dan Restrukturisasi Untuk Memulai Kembali
UANG | 21 Mei 2020 14:30 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan terdapat dua masalah utama yang telah dihadapi sektor manufaktur akibat pandemi Covid-19. Pertama adalah kendala alur kas (cash flow) serta kebutuhan akan modal kerja.

"Hampir semua perusahaan perlu dapat restrukturisasi kredit, bukan hanya sektor UMKM," ujarnya dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (21/5).

Menurutnya, salah satu solusi untuk kendala cash flowadalah memberikan fasilitasi restrukturisasi kredit kepada sektor manufaktur. Ini menjadi penting agar industri manufaktur dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Sedangkan modal kerja sangat dibutuhkan untuk memulai kembali industri ketika kondisi kembali normal dan bisa beraktivitas seperti semula. Sehingga diperlukan upaya untuk kembali mendorong investasi. Selain itu, juga dilakukan pemberian rangsangan untuk memacu pasar ekspor dan pemenuhan kebutuhan bahan baku.

"Guna menghadapi tantangan ini, Kementerian Perindustrian tidak bisa sendirian," katanya.

Baca Selanjutnya: Butuh Dukungan Pemangku Kepentingan Lain...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami