Industri Oleokimia Salah Satu Peraih Insentif Pajak Terbanyak

UANG | 3 Juli 2019 12:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Abdul Rochim, mengatakan pemberian pembebasan pajak (tax holiday) dan pengurangan pajak (tax allowance) pada industri oleokimia telah berhasil mempermudah kegiatan bisnis di sektor tersebut.

Abdul Rochim menyampaikan, industri oleokimia yang mengandalkan hasil olahan kelapa sawit merupakan salah satu dari lima sektor yang diberi dukungan untuk bantu memajukan perekonomian negara.

"Pemerintah berkomitmen untuk memberi dukungan kemajuan industri oleokimia nasional. Ada lima sektor prioritas untuk pembangunan ekonomi dalam rangka making Indonesia 4.0, salah satunya adalah industri oleokimia," ungkapnya di Jakarta, Rabu (3/7).

Dia juga mencatat, para pelaku industri oleokimia banyak yang telah memanfaatkan fasilitas tax allowance dan tax holiday untuk menggerakan sektor bisnisnya.

"Industri oleokimia termasuk salah satu industri yang paling banyak mengajukan dan menggunakan tax allowance dan tax holiday untuk investasi baru atau perluasan industri. Sudah lebih dari 10 proyek perusahaan oleochemical yang telah atau sedang mendapatkan tax insentif tersebut," bebernya.

Sebagai catatan, pertumbuhan industri oleokimia di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir memang terhitung gemilang. Seperti adanya peningkatan volume ekspor, dari 1,9 juta ton di 2017 menjadi 2 juta ton pada 2018.

Begitu juga dengan nilai ekspor yang didapat. Nominal uang yang diperoleh meningkat dari USD 1,5 miliar di 2017 menjadi USD 2,3 miliar pada 2018.

Lebih lanjut, Abdul Rochim menyimpulkan, pemberian insentif pajak melalui tax holiday serta tax allowance bagi pelaku usaha di industri oleokimia merupakan sebuah langkah yang tepat.

"Berdasarkan pengalaman kami, kebijakan kedua insentif pajak itu yang dikombinasikan dengan kebijakan pungutan tarif dana perkebunan merupakan instrumen yang telah terbukti ampuh dan efektif dalam mendorong industri pengolahan kelapa sawit, termasuk industri oleochemical," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Lakukan Inovasi, Produsen Farmasi Harap Pemerintah Beri Insentif Pajak
Seratus Motor di Garut Bayar Pajak Tahunan Gratis di HUT ke-73 Polri
Bekraf Minta Pajak Luar Negeri Dipangkas Permudah Ekspor Produk Kreatif
Insentif Pajak Properti Mewah Dinilai Tak Signifikan Berpengaruh Pada Iklim Bisnis
2020, Pemerintah Beri Subsidi Pajak ke 2 Sektor Prioritas
Miliuner Dunia Ingin Pajak Orang Kaya Naik
Aturan Baru, PPh Rumah di Atas Rp30 Miliar Jadi 1%, Mobil di Atas Rp2 Miliar 5%

(mdk/bim)