Industri Penerbangan Butuh Uluran Tangan Imbas Terpukul Corona

Industri Penerbangan Butuh Uluran Tangan Imbas Terpukul Corona
UANG | 9 April 2020 15:33 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Industri penerbangan Tanah Air harus menelan pil pahit akibat wabah virus corona jenis baru yang dinamai covid-19. Bahkan, beberapa maskapai penerbangan nasional sudah merumahkan pilot dan karyawannya karena pendapatan mereka menurun drastis.

"Logis saja kalau perusahaan pendapatannya berkurang banyak atau nol, sementara biaya tetap masih berjalan ya cash flow perusahaan akan berkurang atau minus," singkat Sekjen Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Bayu Sutanto, di Jakarta, Kamis (9/4).

Menurutnya, sejak Januari sampai Maret 2020, ada penurunan penumpang pesawat. Bahkan, sepanjang April, tak ada permintaan sama sekali untuk pemesanan tiket pesawat. Badan Pusat Statistik (BPS) pun mencatat jumlah penumpang domestik angkutan udara turun 8,08 persen pada Februari 2020 dibandingkan dengan Januari 2020.

Dia berharap pemerintah bisa memberikan bantuan insentif agar maskapai nasional tetap bisa melakukan pembayaran cicilan utang atau memberikan kelonggaran waktu pembiayaan kredit disaat bisnis perusahaan sejumlah maskapai tengah lesu. Pun, suntikan modal dari para investor sangat diperlukan untuk menjaga kelangsungan bisnis maskapai domestik tetap mengudara di tengah pandemi covid-19.

Baca Selanjutnya: Pemerintah Masih Kaji Insentif untuk...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami