Industri Pengolahan Tercatat Paling Banyak Lakukan PHK di 2020

Industri Pengolahan Tercatat Paling Banyak Lakukan PHK di 2020
Buruh pabrik rokok. ©2016 Merdeka.com
UANG | 20 Januari 2021 16:21 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Core Mohammad Faisal mengatakan, industri pengolahan merupakan lapangan usaha yang paling banyak memberhentikan pekerja selama pandemi Virus Corona tahun lalu. Data tersebut diperoleh dari hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai Dampak Covid-19 terhadap pelaku usaha.

"Industri pengolahan merupakan lapangan usaha yang paling banyak memberhentikan pekerjanya dalam waktu singkat. Ada 18,69 persen perusahaan dari total peserta survei yang memberhentikan pekerjanya," ujar Faisal dalam diskusi daring, Jakarta, Rabu (20/1).

Pemberhentian pekerja besar-besaran dilakukan karena perusahaan tak mampu bertahan karena adanya gempuran pandemi Virus Corona. Pemberhentian pekerja terbesar lainnya juga diikuti oleh industri konstruksi, akomodasi dan makanan minum.

"Industri pengolahan merupakan lapangan usaha yang paling banyak memberhentikan pekerjanya. Kemudian diikuti sektor konstruksi, akomodasi dan makanan minum, air dan pengolahan sampah, jasa keuangan, listrik dan gas," kata Faisal.

Dia menambahkan, industri pengolahan juga merupakan industri yang paling banyak melakukan pengurangan karyawan. Kemudian diikuti oleh sektor industri kontruksi dan makanan dan minuman.

"Industri pengolahan merupakan lapangan usaha yang paling banyak melakukan pengurangan pegawai di tengah pandemi. Namun, industri pengolahan juga merupakan sektor yang paling banyak melakukan diversifikasi usaha saat pandemi agar dapat bertahan, melebihi sektor akomodasi dan makanan minum serta perdagangan," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Perbaikan Industri Manufaktur Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Setelah Pandemi
Anggaran Dukungan UMKM Capai Rp403,9 Triliun
BI Catat Kinerja Industri Pengolahan di Kuartal IV-2020 Terus Membaik
Siasat Bisnis Kala Pandemi, Anak Usaha Astra Otoparts Bikin Masker Transparan Kece
Terancam Rugi, Industri Otomotif RI Menatap Volume Produksi 70 Persen di 2021
Kinerja Produksi Mobil 2020: Suzuki Catat Penurunan Terkecil, Siapa Tertinggi?

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami