Infrastruktur Semarang belum siap gelar pameran besar-besaran

UANG | 24 Juli 2018 16:45 Reporter : Dian Ade Permana

Merdeka.com - Infrastruktur di Semarang diklaim telah memenuhi sebagai kota meeting, insentif, dan conference. Namun, kota Atlas ini belum memenuhi syarat menjadi kota exhibition atau pameran.

Ketua Semarang MICE Community (Smicecomm), Solichoel Soekaemi mengatakan, dari kesiapan infrastruktur kota Semarang sudah siap untuk kegiatan meeting dan juga konvensi atau konferensi. Hanya saja, kendala di kota ini adalah kurangnya pengelola asli Semarang yang secara khusus mengelola destinasi MICE serta belum adanya venue exhibtion yang memadai.

"Ini yang harusnya didorong supaya ada pihak yang memang mengkhususkan diri untuk mengelola itu. Selain itu, kota Semarang belum bisa menjadi kota penyelenggaraan pameran, karena venuenya belum memadai," ungkapnya usai mengisi Forum Group Discussion bertajuk Pemetaan dan Target Pasar kota Semarang sebagai Destinasi MICE di Hotel Dafam, Selasa (24/7).

Menurut Solichoel, kota Semarang saat ini harus fokus untuk mendorong pengelola asal Semarang sehingga infrastruktur yang ada digunakan penyelenggara lokal. Dia pun mengapresiasi rencana pembangunan Semarang Expo Center.

"Tapi kembali lagi, ada infrastrukturnya berarti Semarang harus punya biro yang khusus juga. Jadi gabungan antara pemerintah dan industrinya, supaya ke depannya nanti infrastruktur itu tidak vakum," ungkapnya.

Sementara Shafigh Pahlevi Lontoh dari Association of Event Organizer Company (AEOC) menilai Semarang saat ini telah memiliki infrastruktur yang cukup untuk menjadi destinasi MICE. Namun, terkait Exhibition kota Semarang memang masih belum cukup. "Memang ada PRPP, tapi seperti yang dikatakan sebelumnya. Selama belum ada biro yang khusus untuk mengelola, jadi berat. Tapi kalau disesuaikan dengan Semarang sekarang akan lebih baik kalau dibuat yang baru," ujarnya.

Shafigh menambahkan, Semarang yang saat ini telah memiliki bandara baru dengan skala internasional akan semakin siap menjadi destinasi MICE jika memiliki infrastruktur untuk exhibition. Letak Semarang, lanjut dia, secara geografis berada di tengah-tengah Pulau Jawa maka jika memiliki convention hall dapat menjadi hukuman berbagai even.

Sementara itu, Kabid Perencanaan Ekonomi Badan Perencanaan, Pembangunan Ekonomi Daerah (Bappeda) P Tri Susanta mengatakan, dengan terselenggaranya FGD tersebut dapat menjaring masukan dari para pelaku yang terlibat langsung untuk menjadikan Kota Semarang dapat menjadi kota destinasi MICE. (mdk/idr)

Baca juga:
Kemenhub siap dukung pengembangan terminal dan bandara murah
PN Depok kabulkan gugatan warga terkait ganti rugi pembebasan lahan tol Cijago
Mangkrak 6 tahun, pembangunan KEK Sorong terganjal empat permasalahan ini
Pembangunan tol Kunciran-Serpong selesai Januari 2019
Proyek pembangunan runway 3 Bandara Cengkareng diharapkan bisa selesai tepat waktu
Bangun tol Kunciran-Serpong, anak usaha Jasa Marga raih pinjaman sindikasi Rp 3,3 T

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.