Ini 3 Tantangan Indonesia Bangun Silicon Valley di Sukabumi

Ini 3 Tantangan Indonesia Bangun Silicon Valley di Sukabumi
Silicon Valley. © Solarfeeds.com
UANG | 15 April 2021 14:30 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Kepala Center of Innovation and Digital Insitute of Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda membeberkan tiga tantangan Indonesia dalam pembangunan Silicon valley Indonesia atau yang diberi nama Bukit Algoritma di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sukabumi, Jawa Barat.

"Pertama, ekosistem R&D (Research and Development) di Indonesia masih sangat rendah," kata Nailul Huda saat diskusi online, Jakarta, Kamis (15/4).

Proporsi dana R&D terhadap PDB secara total masih kecil yakni hanya 0,24 persen. Begitu juga dengan proporsi dana R&D terhadap PDB yang dihasilkan sektor bisnis swasta yang hanya menyumbang 0,017 persen. Ini berdampak kepada ekspor manufaktur high-technology di Indonesia yang masih rendah.

"Padahal untuk membangun tempat yang khusus membangun teknologi, diperlukan industri high-tech yang menjamur di Indonesia," kata Nailul Huda.

Tantangan kedua adalah sumber daya manusia (SDM). UNESCO mencatat jumlah peneliti di Indonesia masih sangat rendah yakni 216 orang dari 1 juta penduduk. Begitu juga dengan komposisi proporsi penduduk yang mampu mengoperasikan komputer dengan mahir, jumlahnya hanya 3,5 persen dari penduduk muda dan dewasa.

Survei dari AFTECH juga mengatakan terdapat gap talenta antara penawaran dan permintaan tenaga kerja sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) khususnya untuk pekerjaan data dan analisa dan pemprogram di di industri fintech. Akibatnya, 36 persen perusahaan fintech mempekerjakan asing.

"Saya rasa ini menjadi catatan juga bahwa sumber daya manusia menjadi hal yang penting sebelum kita melangkah ke Silicon Valley," ujar Nailul.

Baca Selanjutnya: Tantangan Selanjutnya...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami