Ini 5 Sektor Penyumbang Pertumbuhan Ekonomi RI Minus 0,74 Persen

Ini 5 Sektor Penyumbang Pertumbuhan Ekonomi RI Minus 0,74 Persen
pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori
UANG | 5 Mei 2021 11:51 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 minus 0,74 persen secara year-on-year (yoy). Pertumbuhan tersebut jauh lebih buruk jika dibandingkan kuartal I-2020 yang tumbuh positif sebesar 2,97 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, menurut lapangan usaha pertumbuhan ekonomi minus 0,74 persen tersebut secara umum masih berasal dari industri, pertanian, perdagangan, kontruksi, dan pertambangan. Di mana kelima sektor tersebut beri andil 64,56 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I-2021.

"Sehingga apa yang terjadi di lima sektor ini sakan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi kita. Apalagi kalau kita perhatikan berapa banyak pekerja di pertanian di industri dan sebagiannya" katanya dalam rilis BPS, di Kantornya, Jakarta, Rabu (5/5).

Dia melanjutkan dari 17 sektor lapangan usaha, terdapat enam sektor yang masih5 tumbuh positif. Sementara 11 sektor lainnya masih tumbuh negatif, namun cenderung ke arah yang lebih baik.

Adapun enam sektor yang masih tumbuh pada kuartal I-2021 adalah Infokom yakni mencapai 8,72 persen. Kemudian diikti sektor pengadaan ari 5,49 persen, jasa kesehatan 3,64 persen, pertanian 2,95 persen, pengadaan listrik dan gas 1,68 persen dan real estat 0,94 persen.

"Di sana bisa dilihat pertumbuhannya tertinggi terjadi untuk informasi komunikasi yang tumbuh sebesar 8,72 persen," jelasnya.

Selanjutnya sektor yang masih mengalami kontraski terbesar terjadi pada transportasi dan pergudangan yang masih minus 7,26 persen. Kemudian diikuti oleh akomodasi dan makanan minuman minus 7,36 persen, jasa perusahaan minus 6,0 persen, jasa keuangan minus 2,99 persen dan pertambangan minus 2,02 persen.

Selain itu sektor yang masih tercatat kontraksi atau minus yakni jasa pendidikan minus 1,61 persen, industri minus 1,38 persen, perdagangan minus 1,23 persen dan kontruksi minus 0,79 persen.

"11 sektor yang masih mengalami kontraksi tetapi seperti saya sampaikan meskipun mengalami kontraksi secara umum kontraksi membaik menipis tidak sedalam kontraksi di triwulan ke IV tahun 2020 artinya seluruh sektor menunjukkan arah yang baik menuju pemulihan," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Pertumbuhan Ekonomi RI Capai Minus 0,74 Persen di Kuartal I-2021
Gambaran Persepsi Masyarakat Terhadap Ekonomi Indonesia Satu Tahun Terakhir
Ekonom: Domestik Ekonomi Bisa Bantu Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi
Ekonomi Syariah Punya Peluang Jadi Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Bahlil: Ekonomi Indonesia Mulai Tumbuh Baik Dibanding 2020
2 Pilar Utama Pemulihan Ekonomi 2022

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami