Ini alasan pemerintah gencar sertifikasi warga binaan

UANG | 30 Juli 2018 12:20 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah terus berusaha melatih dan mensertifikasi para warga binaan di seluruh Indonesia agar bisa diberdayakan sebagai tenaga kerja konstruksi. Diharapkan, para tenaga kerja terlatih ini dapat membantu negara untuk diberdayakan di pasar internasional.

"Kalau kita melahirkan 100 tenaga konstruksi pada hari ini, maka tenaga kerja akan bertambah. Pasarnya bukan hanya di daerah, tapi juga internasional," kata Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanudin, di Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta, Senin (30/7).

Dia menceritakan, beberapa hari lalu dia sempat mengunjungi Boyolali dan melihat adanya pelatihan tenaga konstruksi yang melibatkan warga binaan, dan kini memasuki angkatan ke-9. "Angkatan 2 dan 3-nya kini sudah bekerja di Arab Saudi. Itu jadi bukti tenaga kerja kita bisa dikirim ke luar negeri," sebutnya.

Namun begitu, Syarif menekankan, tidak selamanya narapidana yang mengikuti pelatihan ini dapat lulus dan mendapat sertifikat. Dia mengimbau kepada warga binaan agar terus serius selama dalam masa bimbingan teknis.

Ke depannya, pihaknya akan terus mendatangi banyak lapas di berbagai penjuru Nusantara untuk dapat mencari narapidana yang bisa dilatih sebagai tenaga kerja konstruksi andal dalam membangun negeri.

"Kita tidak lagi menunggu, tapi langsung mengecek di mana terjadi kegiatan konstruksi. Kita akan datang ke sana melakukan pelatihan," ujar Syarif.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menggelar pelatihan keterampilan jasa konstruksi bagi 100 narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Jakarta.

Kerja sama ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan bimbingan teknis kepada warga binaan yang telah menjalani 2/3 masa tahanan, klien yang mendapatkan ketentuan bebas bersyarat, dan juga kepada para petugas pemasyarakatan. Sehingga warga binaan dan petugas memiliki kemampuan dalam bidang jasa konstruksi.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pemerintah latih 100 penghuni lapas kelas I Cipinang jadi tenaga konstruksi
Cerita pekerja Korea bunuh diri karena tekanan kerja
MRT Jakarta butuh 235 tenaga kerja baru, ini kriterianya
Di pertemuan G20, Sri Mulyani bahas perdagangan dunia hingga pajak ekonomi digital
Ini cara Citibank kurangi angka pengangguran di Indonesia

(mdk/azz)