Ini cara anyar BEI cegah gagal serah pada percepatan transaksi saham

UANG | 19 Juli 2018 11:01 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Hasan Fauzi mengatakan, penyelesaian percepatan transaksi (settlement) dari T+3 menjadi T+2 tentu dibutuhkan penyesuaian. Menurut Hasan, hal ini penting untuk mencegah gagal serah (default) akibat penumpukan saham pada tanggal 26 November 2018 nanti.

"Transisi pemendekan settlement ini memang harus ada waktu pembiasaan (adjustment). Kita harus antisipasi kemungkinan kegagalan penyerahan saham (default)," tuturnya di Gedung BEI, Kamis (19/7).

Hasan menekankan, manajemen BEI akan mengajak otoritas yang berwenang untuk mengatur proses settlement tersebut.

"Bersama para pelaku dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang pastikan ketersediaan pinjam-meminjam efek. Kita akan gandeng seluruh pihak terkait seperti intermediary dan para nasabah institusi," ungkapnya.

Hasan menjelaskan, yang paling penting adalah adanya ketersediaan saham yang dapat dipinjam oleh lander. "Ketersediaan barang ini harus ada. Nanti kita siapkan landable pool, jadi ada semacam keranjang barang yang bisa dipinjam dan dilihat jauh-jauh hari," kata dia.

Namun, Hasan menuturkan bahwa banyak yang telah menyatakan kesiapan mereka atas pemberlakuan settlement yang akan berlaku pada 26 November nanti.

"Jadi memang persoalannya kan tentang timeframe yang kini harus dipendekan. Tapi dari survei, para pelaku sudah menyatakan kesiapan. Anggota bursa (AB), Payment Bank juga sudah nyatakan kesiapan," tandas dia.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Aturan baru soal percepatan penyelesaian transaksi bursa saham berlaku 26 November
BTN optimistis raih pertumbuhan kredit 20 persen hingga akhir tahun
Semester I-2018, laba bersih BNI capai Rp 7,44 triliun
Semester I-2018, pendapatan jalan tol Jasa Marga capai Rp 4,34 triliun
Pasca akuisisi Pertagas, kinerja saham PGN diprediksi bakal kinclong
Dapat kontrak baru, Wika Beton raup untung Rp 3,13 triliun

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT