BPA Asuransi Bumiputera Bayarkan Klaim Nasabah Gagal Bayar, Ini Persyaratannya

BPA Asuransi Bumiputera Bayarkan Klaim Nasabah Gagal Bayar, Ini Persyaratannya
aksi demo pemegang polis asuransi AJB Bumiputera. ©2020 Merdeka.com
UANG | 3 Desember 2020 15:28 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Nasib nasabah korban gagal bayar AJB Bumiputera sedikit menemukan titik terang, setelah melakukan aksi unjuk rasa damai di Wisma Bumiputera, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (3/12).

Sekitar 90 nasabah menggunakan kaos warna biru bertuliskan 'Korban Asuransi Bumiputera' menggeruduk halaman parkir asuransi tertua di republik ini.

Dalam aksi itu, perwakilan nasabah korban gagal bayar ini diterima oleh Sekretaris Ketua Badan Perwakilan Anggota (BPA) Nurhasanah, Direktur SDM Dena Chaerudin, sekretaris direksi, dan Asisten Direktur Pemasaran Jaka Irwanta.

Fien Mangiri, koordinator Nasabah Korban Gagal Bayar Bumiputera di Jabodetabek dan Jawa Barat, menjelaskan hingga kini kelompoknya memiliki anggota dengan jumlah polis mencapai 500 polis dengan nilai tunai Rp 15 miliar. BPA Bumiputera menjanjikan pencairan klaim nasabah gagal bayar dengan beberapa persyaratan.

"Pertemuan menjanjikan pencairan klaim nasabah gagal bayar dengan status habis kontrak (HK) dan nilai di bawah Rp 10 juta. Atau status HK dana kelangsungan belajar (DKB) atau meninggal dunia, dan polis berstatus paling lama. Kami memberikan waktu satu pekan untuk realisasi komitmen tersebut," ujar Fien dalam keterangan pers, Kamis (3/12).

Dalam pertemuan itu, para nasabah juga diagendakan bisa berdiskusi dengan Nurhasanah, Kepala BPA AJB Bumiputera, yang sangat menentukan masa depan kasus gagal bayar Bumiputera. Diagendakan bertemu dengan Nurhasanah pada pekan depan, 11 Desember.

Baca Selanjutnya: Diagendakan Bertemu Kepala BPA Bumiputera...

Halaman

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami