Ini penjelasan pemerintah kenapa RI sampai harus impor cangkul

Ini penjelasan pemerintah kenapa RI sampai harus impor cangkul
airlangga hartarto. ©blogspot.com
EKONOMI | 31 Oktober 2016 14:34 Reporter : Hana Adi Perdana

Merdeka.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto siang ini menggelar rapat dengan Eselon I Kementerian Perindustrian serta perwakilan dari Kementerian Perdagangan. Rapat ini membahas perihal impor cangkul.

Dikatakan Menteri Airlangga, dirinya mengakui jika impor dilakukan pemerintah karena pada saat itu permintaan akan cangkul sangat tinggi. Peningkatan tersebut memaksa pemerintah untuk melakukan impor namun dalam jumlah yang kecil.

"Memang ada impor (cangkul), tapi jumlahnya kecil. Kemarin itu impor hanya 86.000 saja, sedangkan kebutuhannya 10 juta," ujarnya di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (31/10).

Politisi Golkar ini menambahkan, jika saat ini produksi dalam negeri masih berlangsung. Dirinya bahkan mendorong peningkatan produksi cangkul dalam negeri. Hal ini dilakukan agar nantinya pemerintah tidak perlu melakukan impor cangkul lagi dalam memenuhi permintaan.

"Pacul bisa diproduksi di dalam negeri. Memang selama ini sebagian besar di dalam negeri. Tapi karena permintaan terhadap cangkul besar makanya impor," jelasnya.

Menperin Airlangga menegaskan jika pemerintah tidak akan melakukan impor cangkul lagi. Sebab, beberapa industri disebut telah setuju untuk memproduksinya.

"Tidak (impor lagi). Krakatau Steel sudah produksi bahan bakunya, Barata sudah bisa bikin paculnya dan IKM udah bisa membuat paculnya," pungkasnya. (mdk/bim)

Baca juga:

Menko Darmin minta diversifikasi perdagangan dengan Rusia

Mendag Enggar merapat ke Kemenperin bahas impor cangkul

Saat Jokowi kejar swasembada pangan, cangkul diimpor dari China

YLKI soal impor cangkul dari China: Itu tragis dan harus dihentikan!

Importasi cangkul dianggap menghina bangsa Indonesia

Ini 3 saran Jokowi agar impor Jagung bisa disetop di 2018

Anak usaha Pertamina ekspor pelumas ke 14 negara

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami