Ini penyakit perbankan Indonesia

Ini penyakit perbankan Indonesia
bank expo. ©2012 Merdeka.com/arie basuki
EKONOMI | 24 September 2014 13:55 Reporter : Nurul Julaikah

Merdeka.com - Kucuran kredit perbankan nasional atau loan to deposit ratio (LDR), pada semester pertama 2014, telah mencapai 92,19 persen. Kondisi tersebut, membuat tingkat likuiditas bank menjadi super ketat. Padahal, LDR normal harus berkisar antara 75 sampai 80 persen.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja menegaskan perbankan nasional terlalu over kapasitas dalam penyaluran kredit. Ini merupakan penyakit yang ada di perbankan. Sehingga, untuk mengatasinya, perbankan harus melakukan pengetatan moneter.

Selain itu, masalah lain yang menjangkiti bank adalah kekurangan likuiditas di seluruh sistem. Kondisi ini membuat, bank harus melakukan stimulus moneter. Kondisi tersebut diperparah, oleh kebijakan bank yang tidak menyalurkan kredit pada sektor yang penting atau industri yang membutuhkan. "Sehingga solusinya memberikan insentif atau disinsentif pemerintah, channeling," kata dia, di Jakarta, Rabu (24/9).

Penyakit yang sering menyerang perbankan adalah saat melimpahnya likuiditas, tetapi dana besar tersebut tidak beredar. Kondisi tersebut harus diubah dengan reformasi struktural. "Saat likuiditas membaik tapi nafsu untuk melepas trade tidak ada," katanya.

(mdk/arr)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini